MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menawarkan sejumlah peluang proyek strategis di momen Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang digelar di Hotel Clara, Kamis (26/3).
Dia mengungkapkan berbagai peluang investasi strategis yang terbuka lebar bagi para pengusaha di wilayahnya.
Hal ini disampaikannya sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dan memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai pusat ekonomi Indonesia Timur.
Dalam pernyataannya, Andi Sudirman menyoroti sektor transportasi sebagai peluang utama.
Ia menyebut proyek pembangunan kereta api di Sulawesi Selatan telah mendapatkan “lampu hijau” dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Investor dipersilakan untuk terlibat dalam pengembangan jalur kereta yang akan terhubung hingga Makassar New Port serta menjangkau wilayah Parepare dan kawasan utara provinsi.
Tak hanya itu, pemerintah provinsi juga membuka peluang investasi pada sistem transportasi bus modern.
Konsep yang ditawarkan serupa dengan busway di Jakarta, dengan lima ruas awal yang telah dipersiapkan sebagai proyek percontohan.
Gubernur bahkan menyatakan kesiapannya untuk langsung memberikan persetujuan bagi investor yang ingin mengembangkan jalur tersebut.
Di sektor pengembangan wilayah, Sulawesi Selatan juga merancang proyek reklamasi untuk mendukung pembangunan perumahan subsidi sekaligus menciptakan kawasan “smart city”.
Proyek ini disebut telah memiliki perencanaan matang dan kini menunggu kehadiran investor untuk realisasi.
Selain itu, proyek pembangunan jalan tol outer ring road Maminasata turut menjadi daya tarik investasi.
Jalan tol ini dirancang untuk menghubungkan empat kabupaten dengan populasi terbesar di kawasan metropolitan Mamminasata, guna meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Lebih jauh, Andi Sudirman menegaskan posisi strategis Sulawesi Selatan sebagai “hub” utama di Indonesia Timur, khususnya dalam sektor pertanian.
Ia mencontohkan komoditas telur, di mana sekitar 70 persen pasokan untuk kawasan Indonesia Timur berasal dari Sulawesi Selatan, dengan produksi terbesar berada di Kabupaten Sidrap.
“Sulawesi Selatan ini adalah pusat pengendali, termasuk dalam sistem pertanian. Ini menunjukkan peran penting daerah kami dalam menopang kebutuhan Indonesia Timur,” ujarnya.
Dengan berbagai peluang tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap dapat menarik minat investor domestik maupun internasional untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (rhm)

