PASANGKAYU, BKM — Miris, puluhan murid SDN 2 Pasangkayu di Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang letaknya tepat di belakang rumah jabatan (Rujab) Sekretaris Kabupaten Mamuju Utara (Sekkab Matra), Rabu (27/7) pagi terpaksa harus belajar dengan posisi melantai akibat kekurangan mobile.
Beginilah kondisi puluhan murid didua kelas berbeda di SDN 2 Pasangkayu. Mereka terpaksa harus belajar melantai akibat kekurangan mobile. Kondisi ini dialami sekitar 60 murid sejak beberapa bulan terakhir. Akibatnya, sejumlah murid yang berada didua kelas berbeda tersebut terlihat tidak konsentrasi belajar dan justru lebih asyik bermain ketimbang belajar.
Dengan posisi membungkuk dan alat seadanya, didampingi guru kelas puluhan murid ini terpaksa mengerjakan tugas dengan berbagai gaya duduk. Tak hanya itu, sebagian dari murid ini memilih berbaring saat menulis. Sehingga membuat konsentrasi para murid SD ini terganggu.
Agar kondisi sekolah tetap bersih dan seragam sekolah murid SDN 2 Pasangkayu tidak kotor terkena lumpur dari luar kelas, sejumlah murid SD ini harus terlebih dulu melepaskan sepatu sebelum masuk kelas.
Selain itu, pihak sekolah juga terpaksa menyediakan karpet sebagai pengalas saat murid disekolah ini belajar. Aliando seorang murid SDN 2 Pasangkayu mengaku, sejak beberapa bulan terakhir belajar melantai tanpa kursi dan meja, sementara posisi belajar melantai ini dikeluhkan sejumlah murid karena merasa capek dengan posisi membungkuk saat menulis.
Sementara Andi Sri Endang, pegawai Tata Usaha (TU) SDN 2 Pasangkayu, mengatakan, sebanyak 141 murid SDN 2 Pasangkayu dilima kelas, sekitar 60 siswa lainnya yang berada didua kelas terpaksa harus belajar melantai sejak beberapa bulan terakhir, kerena kekurangan mobile. Sementara pengajuan terkait kekurangan mobiler tersebut, telah disampaikan ke dinas pendidikan kabupaten Mamuju Utara. Namun hingga saat ini belum ada realisasi. (ala/mir/c)
60 Murid SDN 2 Pasangkayu Belajar di Lantai
×

