pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bupati Sebut Masih Perlu Kajian

MAMUJU, BKM Rencana pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) dengan metode 3R, yakni Reuse (mengurangi), Reduce (menggunakan), Recycle (mendaur ulang) yang akan ditempatkan di areal pasar regional baru Mamuju mendapat penolakan dari warga pasar regional.
Penolakan tersebut disampaikan perwakilan warga saat melakukan audiensi bersama Bupati Mamuju, Habsi Wahid, (Rabu 27/7), dengan tegas warga melalui perwakilannya Imat Totori mengatakan rencana pembangunan TPS di pasar regional akan sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar.
Imat mengatakan, rencana pembangunan tersebut juga sama sekali tidak pernah melibatkan atau disosialisasikan kepada masyarakat. Karenanya, warga meminta kepada bupati untuk membatalkan rencana pembangunan TPS tersebut. Menanggapi hal itu, Bupati Mamuju, Drs H Habsi Wahid yang menerima perwakilan warga di ruang kerjanya didampingi Asisten Dua Bidang Pembangunan, Rachmat Tahir, mengatakan, rencana pembangunan TPS tersebut belum final. Hanya lokasinya memang baru ditentukan.
Habsi Wahid, menjelaskan, dipilihnya lokasi pasar regional baru sebagai lokasi pembangunan TPS dimaksud berdasarkan penjelasan teknis satuan kerja (Satker) yang meminta kepada pihak Pemkab untuk mencari lokasi yang sehari-harinya banyak menghasilkan sampah. Sehingga TPS yang tidak hanya difungsikan sebagai tempat pembuangan melainkan menjadi titik pengelolaan sampah nantinya dapat lebih efisien.
Olehnya itu, salah satu tempat yang dianggap paling representatif adalah area pasar regional Mamuju. Bupati yang baru sekitar lima bulan menjabat ini menambahkan mengenai pembangunannya itu bukan milik pemerintah kabupaten melainkan dari pemerintah provinsi melalui Satker.
”Sekali lagi ini hanya percobaan dulu. Tidak ditempatkan begitu saja. Perlu ada pertimbangan dari berbagai aspek. Seperti sekarang mulai banyak masyarakat yang mengeluhkan. Itu kan sudah menjadi pertimbangan dan tentunya masih akan dikaji lagi. Sesudah itu harus difinalkan. Kalau memang sudah layak tapi berhubung masyarakat sudah mengeluh, itu sudah menjadi gambaran untuk saya,” pungkas Habsi Wahid. (ala/mir/c)



×


Bupati Sebut Masih Perlu Kajian

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar