GOWA, BKM — Tunai sudah pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Saatnya pemulangan seluruh Jemaah Haji Kabupaten Gowa yang mengisi 10 kloter di Sulsel.
Sebanyak 1.451 orang dari 1.452 orang jemaah haji Gowa yang diberangkatkan tahun haji ini, kini segera kembali ke tanah air.
Hanya saja berkurang satu orang atasnama almarhumah Nursidah Sinrang karena telah meninggal dunia (rombongan Kloter 5) beberapa hari tiba di Madinah pada 26 April lalu. Jemaah haji Gowa tersebar pada kloter 5, 7, 9, 15, 16, 21, 23, 37, 41 dan 43.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Gowa Alim Bahri yng dikonfirmasi, Rabu (3/6) siang mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan penjemputan 387 jemaah haji Kloter 5 yang akan tiba di Kabupaten Gowa pada Jumat dinihari, 5 Juni 2026, pukul 02.55 Wita.
”Jadi kami dari Kementerian Haji dan Umrah selalu berkoordinasi dengan pihak Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah dalam persiapan penerimaan jemaah haji dari Kabupaten Gowa atau debarkasi. Alhamdulillah kami semua merasa sangat gembira karena informasi terakhir kondisi jemaah kita dari Kabupaten Gowa semua baik-baik saja. Semua betul-betul mengisi waktu yang tersedia yang tersisa untuk bisa betul-betul memaksimalkan ibadah-ibadah mereka meskipun prosesi puncak haji telah selesai,” kata Alim Bahri yang dihubungi via telepon.
Alim menjelaskan, jemaah haji Gowa berdasarkan jadwal yang ada, pemulangannya jatuh pada Jumat 5 Juni pukul 02.55 dini hari. Kloter 5 ini meninggalkan Jeddah pada Kamis dan tiba tanah air pada Jumat besoknya.
Rombongan kloter penuh Kabupaten Gowa ini menumpangi pesawat dengan nomor penerbangannya Garuda Indonesia Airways 1405.
”Untuk pemulangan kali ini, kami membagikan stiker kepada para penjemput. Para keluarga yang hari ini sudah pada berdatangan dari kecamatan. Mobil-mobil penjemput ini diberi stiker mobil, sehingga bisa memiliki akses masuk ke Asrama Haji Sudiang. Setiap jemaah diberi satu stiker dan stiker tersebut sekali pakai sehingga tidak bisa digunakan berulang. Sampai di lokasi penerimaan, stiker tersebut akan disobek oleh panitia penerimaan sehingga lagi-lagi stiker tersebut tidak bisa digunakan secara berulang,” terang Alim.
Dikatakan, secara resmi rombongan jemaah haji Kloter 5 Gowa ini akan dijemput Pemkab Gowa didampingi pimpinan Kemenhaj Gowa di Asrama Haji Sudiang kemudian dijemput langsung keluarga masing-masing.
Dengan selesainya seluruh rangkaian pemulangan haji Gowa nanti, kata Alim, jelas pihaknya tetap akan melakukan evaluasi baik evaluasi internal maupun evaluasi eksternal.
”Untuk evaluasi internal, alhamdulillah kami mengacu kepada semua tahapan-tahapan pemberangkatan awal meski alhamdulillah semuanya berjalan sesuai dengan rencana dan sesuai dengan tahapan. Yakni mulai dari penerimaan di Masjid Agung maupun penerimaan kami di kantor Kementerian Haji dan Umrah sendiri terkait tentang persiapan seperti manasik hingga proses keberangkatan jemaah-jemaah tersebut. Dan evaluasi eksternal tentu seperti backup kerja sama dan koordinasi serta bantuan serta support dari pihak Pemkab Gowa, Kementerian Agama, TNI, Polri dan Dinas Kesehatan serta instansi-instansi pendukung lainnya, termasuk Dinas Perhubungan dan Dinas Kominfo Gowa tentunya,” tambah Alim.
Ditanya, bagaimana kondisi akhir seluruh jemaah haji Gowa pada persiapan pemulangan, menurut Alim, semua terlaporkan sehat walafiat.
”Alhamdulillah atas rahmat Allah, atas pertolongan Allah, seluruh jemaah kita semua sehat. Yang sakit pun sangat-sangat minim. Dan saya kira itu bagian dari indikator keberhasilan penyelenggaraan haji dan umrah Pemerintah Republik Indonesia tahun ini. Jadi, betul-betul minim. Biasanya kita dengar jumlah jemaah yang meninggal atau mengalami sakit itu jumlahnya sangat banyak tapi sampai hari ini Alhamdulillah jumlah jemaah kita yang meninggal itu sangat sedikit (se-Indonesia),” papar Kepala Kantor Kemenhaj Gowa ini. (sar)

