MAKASSAR, BKM.COM – Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (7/6), tampak berbeda dari biasanya. Di tengah aktivitas olahraga warga, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulseltrabar) menghadirkan edukasi lelang secara langsung kepada masyarakat melalui kegiatan CFD SOLID-SPARK Lelang Sulseltrabar 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 118 Tahun Lelang Indonesia yang mengusung semangat “Modern, Terbuka, Tepercaya”. Melalui program tersebut, DJKN berupaya mendekatkan layanan dan informasi lelang kepada masyarakat sekaligus meningkatkan literasi mengenai mekanisme lelang resmi yang kini telah berbasis digital.
Kepala Kanwil DJKN Sulseltrabar, Wibawa Pram Sihombing, mengatakan kegiatan di ruang publik sengaja dipilih agar masyarakat semakin mengenal lelang sebagai instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi.
“Kami hadir di Car Free Day agar masyarakat lebih mengenal apa itu lelang. Intinya adalah edukasi dan komunikasi kepada masyarakat sehingga mereka bisa memanfaatkan lelang untuk menggerakkan perekonomian,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pengunjung tidak hanya memperoleh informasi mengenai lelang resmi, tetapi juga dapat mengikuti simulasi lelang, konsultasi melalui Klinik Lelang, mendaftar akun lelang secara langsung, hingga mengikuti kuis edukatif.
Menurut Wibawa, simulasi yang ditampilkan bertujuan memberikan gambaran nyata kepada masyarakat mengenai proses lelang yang selama ini masih dianggap rumit dan kurang dipahami.
Ia mengungkapkan bahwa rendahnya literasi masyarakat tentang lelang masih menjadi tantangan. Salah satu dampaknya adalah maraknya kasus penipuan berkedok lelang yang memanfaatkan minimnya pemahaman masyarakat.
“Masih sering ada masyarakat yang datang melapor karena tertipu informasi lelang palsu melalui pesan singkat atau media lainnya. Mereka mentransfer sejumlah uang karena mengira itu lelang resmi. Ini terjadi karena kurangnya pemahaman mengenai mekanisme lelang yang sebenarnya,” jelasnya.
Wibawa menegaskan bahwa seluruh proses lelang resmi pemerintah saat ini dilakukan secara digital melalui portal lelang.go.id. Karena berbasis online, proses penawaran berlangsung secara transparan dan dapat dipantau secara terbuka oleh seluruh peserta.
“Kalau ada yang menawarkan lelang secara langsung di luar sistem resmi, masyarakat perlu waspada. Lelang pemerintah sekarang semuanya dilakukan secara digital melalui lelang.go.id,” katanya.
Selain aman dan transparan, lelang juga dinilai memberikan peluang bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai aset dengan harga yang kompetitif. Mulai dari kendaraan, rumah, tanah hingga ruko dapat diperoleh melalui mekanisme lelang dengan harga yang terkadang berada di bawah nilai pasar.
Sebagai contoh, beberapa aset properti dapat ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dibanding harga pasaran. Bahkan jika belum terjual pada lelang pertama, aset tersebut berpotensi kembali ditawarkan dengan nilai yang lebih kompetitif pada tahap berikutnya.
Melalui CFD SOLID-SPARK Lelang Sulseltrabar 2026 yang akan berlangsung setiap Minggu pada 7, 14, dan 21 Juni 2026, DJKN berharap semakin banyak masyarakat memahami manfaat lelang resmi, terhindar dari praktik penipuan, serta memanfaatkan platform digital lelang sebagai salah satu sarana pengembangan ekonomi.
“Kami ingin layanan lelang semakin dekat dengan masyarakat. Harapannya, semakin banyak warga yang memahami dan memanfaatkan lelang resmi sehingga dapat ikut menggerakkan perekonomian, khususnya di Sulawesi Selatan,” tutup Wibawa. (rhm)

