SOPPENG, BKM — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng menggelar Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas di Aula Kemenag, Kamis (25/6) atau bertepatan dengan 10 Muharram 1447 H. Kegiatan serupa dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Di Kabupaten Soppeng dihadiri ratusan anak yatim, yatim piatu, penyandang disabilitas beserta keluarga, pejabat daerah, tokoh masyarakat, donatur, dan unsur lembaga terkait.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Peaceful Muharram yang digagas Kementerian Agama RI. Rangkaian acara dirangkai dengan penyerahan bingkisan dan santunan sebagai wujud nyata kepedulian, agar saudara kita yang membutuhkan turut merasakan kebahagiaan dan kemudahan rezeki.
Mengusung semangat kebersamaan dan inklusivitas, kegiatan bertujuan menumbuhkan rasa saling peduli, mempererat tali persaudaraan, serta menghapus batas perbedaan kondisi. Di Soppeng, acara berlangsung meriah dan khidmat
Suasana hangat terasa sejak awal acara. Setelah pembukaan, sambutan, dan doa bersama, puncak kegiatan berupa penyerahan bantuan dilakukan secara langsung. Bagi panitia dan pemerintah daerah, bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan wujud perhatian agar mereka merasa dihargai dan menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Ahmad Wardiman, menjelaskan program ini kembali digelar sebagai wujud kepedulian di bulan penuh berkah.
“Kegiatan Lebaran Yatim ini merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharram. Tahun ini kami menyalurkan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok penerima,” ujarnya.
Secara rinci, tercatat 157 orang menjadi sasaran bantuan, terdiri dari 132 anak yatim yang menerima bantuan berupa beasiswa dan santunan, serta 25 penyandang disabilitas yang mendapatkan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus mereka. Jumlah ini merupakan data final yang telah dikonfirmasi, setelah sebelumnya sempat muncul angka sementara sebesar 120 hingga 127 orang.
“Bantuan yang diberikan meliputi dukungan untuk pendidikan dan kebutuhan sehari-hari. Harapannya, apa yang kami berikan dapat meringankan beban sekaligus memberikan semangat baru bagi mereka,” tambah Ahmad.
Dia menambahkan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat solidaritas sosial. Momen 10 Muharram dijadikan momentum untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar semakin peka terhadap kondisi saudara yang membutuhkan.
Ke depannya, panitia berharap pelaksanaan program dapat terus ditingkatkan — baik dari sisi jumlah penerima, kualitas bantuan, maupun jangkauan manfaatnya. Evaluasi rutin akan dilakukan agar bantuan semakin tepat sasaran dan berkelanjutan.
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Penyelenggaraan melibatkan Baznas Kabupaten Soppeng, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di delapan kecamatan dan satu UPZ Madrasah di Takalala, serta lembaga amil zakat Wahda Inspirasi Zakat (WIZ). Dukungan juga datang dari pemerintah daerah, unsur masyarakat, dan media yang turut menyebarkan informasi kegiatan ini.
Melalui kerja sama lintas pihak tersebut, diharapkan program serupa dapat terus berjalan dan manfaatnya dirasakan semakin luas oleh anak yatim dan penyandang disabilitas di Kabupaten Soppeng pada tahun-tahun mendatang. (ono/D)

