pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Wariskan Gagasan Lewat Buku, Prof Amran Tawarkan Resep Lembaga Kemahasiswaan di Unhas

Prof Amran Razak (pakai topi) saat soft launching buku terbarunya di Red Corner akhir pekan lalu.

MAKASSAR, BKM – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), Prof. Dr. Amran Razak, baru saja menggelar soft launching buku terbarunya berjudul “Refleksi, Dinamika, Reformasi dan Transformasi BEM-U” di Red Corner, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Makassar, Sabtu (11/7/2026).

Acara yang digelar di lantai dua Red Corner ini dihadiri para alumni lintas angkatan yang dulu aktif di gerakan mahasiswa Universitas Hasanuddin, mahasiswa Unhas, serta sejumlah tokoh yang selama ini mengikuti perkembangan dunia kemahasiswaan di kampus merah.

Dalam diskusi itu, hadir dua pemantik, yakni Guru Besar Fakultas Hukum Unhas, Prof. Faisal Abdullah, dan mantan Koordinator BEM Fakultas se-Unhas, Muh. Hafid. Keduanya membahas isi buku sekaligus pentingnya menghidupkan lagi tradisi berpikir kritis dan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Hasanuddin.

Dalam sambutannya, Prof. Amran Razak bilang kalau buku ini lahir dari kegelisahannya melihat dinamika lembaga kemahasiswaan tingkat universitas yang sampai sekarang masih sering jadi bahan obrolan di kalangan sivitas akademika.

Menurut dia, buku ini bukan cuma catatan sejarah, tapi juga berisi gagasan dan langkah-langkah yang bisa jadi referensi untuk membangun Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) yang kuat dan tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Sebenarnya ini kumpulan tulisan saya di Facebook yang saya tulis kembali ke dalam buku,” ujar Prof. Amran.

Ia juga menegaskan kalau isi buku itu hanyalah kumpulan gagasan yang bisa dipertimbangkan, bukan sesuatu yang harus diterapkan mentah-mentah.

“Dalam buku ini saya hanya menyajikan resep. Terserah pihak kampus dan mahasiswa Unhas, apakah resep ini sesuai dengan kondisi saat ini atau tidak,” tambahnya.

Suasana peluncuran buku terasa hangat karena banyak alumni yang dulu aktif sebagai mahasiswa di berbagai fakultas ikut hadir. Mereka saling berbagi cerita, mengenang perjalanan gerakan mahasiswa Unhas, sekaligus memberi apresiasi atas konsistensi Prof. Amran dalam menjaga tradisi intelektual lewat tulisan.

Alumni Fakultas Sastra, Hasmy Ibrahim, mengaku sudah mengenal Prof. Amran sejak masih duduk di bangku SMA pada tahun 1976. Menurut dia, Amran memang sudah suka menulis sejak muda.

“Dulu masih zaman stensilan. Beberapa tulisan Kak Amran diedarkan melalui stensilan,” kenang Hasmy.

Cerita menarik juga datang dari alumni Unhas lainnya, Herman atau yang akrab disapa Oher. Ia menceritakan kedekatannya dengan Prof. Amran saat masih sama-sama mahasiswa.

“Amran itu termasuk aktivis nakal. Pernah suatu saat saya bonceng motor. Tiba-tiba dia turun dan memukul orang yang dinilainya tidak adil,” ujar Oher yang hadir menggunakan tongkat.

Selain Hasmy dan Oher, sejumlah mantan aktivis mahasiswa juga ikut memberi tanggapan, di antaranya Muhammad Ridha (Sastra), Mulawarman (Ekonomi), Hasbi (Sastra), Anno Suparno (Sastra), Kamaruddin Azis (Kelautan), Maqbul Halim (Sospol), dan A. Irwan Patawari (MIPA).

Mereka sepakat kalau Prof. Amran adalah sosok yang memang tidak pernah jauh dari dunia kemahasiswaan. Semangatnya untuk menulis, berdiskusi, dan membina mahasiswa tetap terjaga, bahkan saat ia dipercaya menjabat Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin.

Para alumni juga mengingat salah satu capaian penting saat Prof. Amran menjabat sebagai Pembantu Rektor III, yaitu berhasil menghidupkan kembali BEM Universitas Hasanuddin setelah vakum sejak tahun 1996. Momen itu dianggap sebagai tonggak penting kebangkitan organisasi kemahasiswaan tingkat universitas di Unhas.

Peluncuran buku ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai tanda kebersamaan lintas generasi aktivis mahasiswa Unhas. Buku Refleksi BEM-U diharapkan bisa jadi dokumentasi sejarah sekaligus referensi bagi mahasiswa, alumni, dan pimpinan perguruan tinggi untuk memahami perjalanan, tantangan, dan masa depan organisasi kemahasiswaan di Universitas Hasanuddin.(*)



×


Wariskan Gagasan Lewat Buku, Prof Amran Tawarkan Resep Lembaga Kemahasiswaan di Unhas

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link