SIDRAP, BKM — Seorang warga Empagae Kelurahan Empagae, Kecamatan Wattang Sidenreng Kabupaten Sidrap, Andie (42) mendapat perlakuan kasar dari terduga pelaku Muhlis (45), tetangganya sendiri, Rabu (3/8) sekitar pukul 09.00 Wita. Korban dianiaya di depan rumahnya hingga luka robek di bagian wajah dan dahi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan peristiwa itu dipicu persoalan baliho. Korban yang juga sopir pribadi Bupati Sidrap H. Rusdi Masse
dipukul sebanyak tiga kali sehingga mengakibatkan luka robek pada bagian bawah bibir dan dahi. Kasus inipun langsung dilaporkan kepihak Mapolsek MarintengNgae.
Didepan penyidik, Andi menceritakan kronologis kejadian menimpanya. Berawal saat dirinya melihat ada baliho besar milik salah satu calon kandidat Bupati Sidrap bernama H Mahmud Yusuf yang terpasang di depan pekarangan rumahnya.
Padahal, menurut cerita korban pemasangan baliho itu sebelumnya tak pernah mendapat pemberitahuan dari pelaku yang menjadi salah satu tim sukses Mahmud Yusuf tentang pemasangan baliho.
“Tadi pagi baru saya lihat makanya saya heran, kenapa ada baliho besar terpasang di depan rumah saya. Saya kan orangnya Bupati, dan kerja untuk beliau, makanya tidak enak ada baliho calon lain di depan rumah saya,” tutur korban di ruang penyidik Polsek Maritengngae, Rabu kemarin.
Masih cerita korban, mengakui pada saat itu juga, sebelum dibongkar dirinya memberi tahu kakak Iparnya untuk membongkar Baleho terpasang di depan rumah tersebut.
Mungkin tersinggung baliho Mahmud Yusuf dicabut. Muhlis bersama seorang rekannya mendatangi korban dirumahnya dan bermaksud menanyakan pencabutan baliho yang dipasang pelaku kemarin malamnya.
“Wajarlah pak saya cabut baliho itu didepan rumah saya. Tapi Muhlis tidak terimah dan langsung memukul dan mengeroyok saya,”paparnya.
Kapolsek Maritengngae, AKP Mustaim yang dikonfirmasi terpisah, kemarin membenarkan perisitiwa penganiayaan tersebut.
“Korban sudah melapor resmi dan baru diselidiki. Motif sementara kesimpulannya dipicu gara gara baliho,” ungkap AKP Mustaing.
Menururnya, pihak kepolisian belum mengamankan pelaku penganiayaan yang diduga dua orang. “Pelaku saat ini masih melarikan diri karena kami datangi diurmahnya, sudah tisak ada. Anggota dilapangan masih berupaya mencari keberadaan. amiK juga minta bantuan pihak keluarganya membujuk menyerahkan diri,” tegasnyaa. (ady/C)

