SIDRAP, BKM — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sidrap, 2016, masih nihil. Hingga Juli lalu, PAD yang masuk baru Rp41,5 miliar. Itu berarti, capaian PAD Sidrap, baru tercatat 32,81 persen apabila dibandingkan target PAD yang ditetapkan sebesar Rp126 miliar.
Di Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) misalnya belum memasukkan sama sekali PAD hingga Juli. Padahal PSDA ditarget Rp200 juta. “Hal itu tidak salah, tapi kemarin (Kamis 4 Agustus, red) ada penerimaan yang masuk Rp45 juta dan langsung saya minta staf menyetornya,” kata Kepala Dinas PSDA Sidrap, Imran Abidin saat dihubungi, Jum’at (5/7), kemarin.
Imran tak membantah minimnya setoran PAD hingga Juli 2016. Hanya saja, katanya minimnya setoran PAD pada instansi yang dipimpinnya itu, dikarenakan minimnya penyewaan alat berat.
“Ada dua unit ekscavator yang kita punya, semuanya sudah sangat tua, akibatnya rekanan sudah tak berminat menyewanya,” tandasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Sidrap, Syaharuddin, juga mengklaim minimnya penerimaan PAD tahun ini juga dikarenakan masih ada beberapa SKPD yang belum melaporkan penerimaannya. “Kami harap semua SKPD bisa melaporkan PADnya ke Dispenda secara rutin,” ucapnya.
Menurutnya, data realisasi PAD penyumbang terbanyak PAD saat ini diraih Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR). “Adapun total PAD yang sudah disetorkan DCKTR sudah mencapai Rp4,8 miliar. Padahal DCKTR hanya menarget sebesar Rp1,9 miliar. Selain itu juga ada Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang disetor Rp620 juta, padahal targetnya hanya Rp264 juta,” pungkasnya. (ady/C)
Realisasi PAD Masih Nihil
×

