MAKASSAR, BKM–Dua bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ichsan Yasin Limpo dan HM Roem dikabarkan akan maju dengan sistim paket di Musyawarah Daerah (Musda) 27 Agustus mendatang. Meski diprediksi satu paket, namun belum ada kesepakatan diantara keduanya siapa yang akan menjadi ketua DPD dan Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim). Berdasarkan ketentuan, setiap bakal calon harus mendapat rekomendasi dukungan 30 persen pemilik suara sebagai syarat menjadi calon.
Bahkan Ichsan menemui Roem di ruang ketua DPRD Sulsel sebelum menghadap ke ruang kerja Syahrul Yasin Limpo di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (9/8).
Ichsan YL datang ke gedung dewan mengenakan kendaraan Toyota Velvire warnah putih dengan nomor polisis DD 1 YL. Beberapa menit kemudian Roem yang juga Ketua DPRD Sulsel dengan mengendarai Toyota Velvire nomor polisi DD 222 juga tiba.
Usai bertemu dengan Roem, Ichsan ditemani adiknya, Irman Yasin Limpo menemui SYL diruang kerja Gubernur Sulsel.
Kunjungan itu dilakukan Ichsan YL guna minta ijin ke SYL yang tak lain adalah Ketua DPD I Golkar Sulsel atas keinginannya maju di Musda Golkar Sulsel.
Usai bertemu sang kakak, Ichsan YL mengaku selaku saudara, dirinya datang untuk mappatabe’ alias minta ijin untuk maju di Musda Golkar. Kendati sudah minta izin, Bendahara DPD I Golkar Sulsel ini tidak mendapat restu dari SYL, meski selaku kader sang kakak juta tak berhak melarang adiknya bertarung di Musda. “Dan di keluarga memang seperti itu. Jadi, anda jangan melihat bahwa keluarga ada yang tidak mendukung. Memang begitu. Yang penting kita sudah patabe,”ungkap Ichsan.
Ayah kandung Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan ini menegaskan di keluarga Yasin Limpo itu boleh tidak mendukung, tapi tidak punya kewenangan untuk melarang. Itu persoalannya sehingga jangan heran kalau ada di keluarga Yasin Limpo bertarung sama-sama di kabupaten atau di provinsi.
Yah, meskipun belum menerima izin dari SYL, ia tidak dilarang untuk maju. IYL harus membuktikan terlebih dahulu bahwa dukungan yang ia peroleh cukup besar dari DPD II. “Pak Gubernur sebenarnya ingin mengecek dulu apakah benar saya dapat dukungan dari bawah dan sayap Golkar. Tapi untuk sekarang beliau belum bisa bilang ya,” jelas Ichsan.
Secara pribadi, dia yakin akan bisa menang selama kakaknya tidak ikut maju.
“Saya yakin bisa menang sepanjang Pak Syahrul tidak ikut bertarung,” jelasnya.
Seperti yang dikemukakan Ichsan, dukungan untuk maju di Golkar itu harus berbentuk surat dukungan. Harus memenuhi 30 persen rekomendasi dari DPD II barulah bisa menjadi calon.
Dia melanjutkan, sejauh ini, yang menyatakan mendukung dirinya maju Musda sebanyak 16 DPD II.
Dia mengaku siap menghadapi siapapun saingannya yang ikut bertarung memperebutkan kursi ketua DPD I. Termasuk jika HM Roem dan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang ikut maju. (rhm/rif)
Paket Ichsan – Roem Menguat di Musda
×

