JENEPONTO, BKM — Ardiansyah alias Jaja (30), tersangka kasus pembobolan Perpustakaan SMK 8 Bontosunggu itu tak henti-hentinya menjerit kesakitan, setelah sebutir timah panas bersarang di kakinya.
Wrga Jl Tembakau Bontosunggu, Keluarahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto ini dilumpuhkan petugas, Selasa (9/8) lalu, lantaran berusaha kabur saat ditangkap.
Polisi berhasil mengidentivikasi Ardiansyah sebagai pelaku setelah polisi menemukan bukti dari hasil rekaman CCTV di SMK 8 Bontosunggu. Dalam rekaman itu, Ardiansyah terlihat mengambil 1 unit lapto, 1 komputer dan barang berharga lainnya.
Setelah melakukan penyelidikan, anggota Buser Reskrim Polres Jeneponto dipimpin Kanit Buser Aipda Abd Razak langsung melakukan penangkapan di tempat persembunyiannya di Kampung Tanrusampe Timur, Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu.
“Saat hendak ditangkap tersangka berusaha melawan petugas dengan cara melarikan diri. Tiga kali tembakan ke udara tidak digubris tersangka hingga akhirnya anggota mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan terangka di bagian kakinya,” jelas Kaur Bin Ops Reskrim Polres Jeneponto, Ipda Nasarudddin, di temui di ruang kerjanya, Rabu (10/8).
Usai dihadiahi timah panas, tersangka dilakukan pengobatan di RSUD Lanto Daeng Pasewang. Setelah menjalani perawatan medis, tersangka dibawa ke Mapolres Jeneponto untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Ardiansyah sendiri di depan petugas mengaku sudah sekian kali terlibat kasus pencurian. Tak hanya di perpustakaan sekolah, namun sejumlah rumah juga pernah ia bobol, diantaranya di BTN Sanur dan BTN Mappatunru. Bahkan dalam catatan polisi, Ardiansyah sudah tiga kali tertangkap petugas dalam kasus yang sama.
“Saya juga pernah bobol rumah di BTN Sanur dan di BTN Mappatunru. Sudah tiga kali dengan ini saya ditangkap Pak,” kata Ardiansyah.
Tersangka mengaku, hasil kejahatannya sudah habis terjual. Hasilnyapun tersangka gunkana untuk foya-foya bersama teman-temannya di Makassar.
“Sudah saya jual semua Pak. Uangnya sudah saya pakai senang-senang di Makassar Pak,” jelas Ardiansyah. (*)
Pembobol Perpustakan Sekolah Didor…
×

