BARRU, BKM — Penyelidikan kasus anggaran pengangkutan aspal ditangan penyidik Kejaksaan Negeri Barru bakal menemui jalan buntu. Pasalnya jaksa mengakui kesulitan mencari data pembanding tentang berapa besar tarif pengangkutan aspal dari Buton ke Barru.
Kepala Kejaksaan Negeri Barru Paian Tumanggor yang dikonfirmasi Jumat (26/8) menyatakan bakal menutup kasus ini jika dalam jangka waktu satu hingga dua tahun, lalu tidak menemukan harga pembanding.
Penyidik disini bahkan sampai ke Jakarta mencari tahu adanya pihak yang bisa memberikan harga pembanding. “Kami kan tidak menyidik harga aspal, melainkan biaya pengakutannya saja,” ujar P Tumanggor.
Apalagi aspal ini merupakan hibah. Makanya saat ini kami memberikan kepada pihak yang terlibat dalam pengadaan aspal, agar dipergunakan saja untuk kepentingan masyarakat. Sekarang masih banyak jalan yang belum diaspal. Barang satu ini berbeda misalnya dengan batu bara yang tidak bisa mencair.” Berbeda dengan aspal lebih rentan mengalami penyusutan,” kelitnya. (udi/C)
Jaksa Kesulitan Cari Data Pembanding
×

