PUANG Sari alias P Lampo mengaku tidak pernah melakukan perbuatan asusila terhadap korban mengundang pertanyaan penyidik unit PPA Satuan Reskrim Polres Sidrap.
Kakek uzur ini hanya menyapa korban dan memberikan uang Rp4.000 untuk jajan. BKM yang berhasil mewawancarai Puang Sari, menceritaan pada saat kejadian, dirinya sedang mengambil bambu untuk keperluan pesta pengantin anak saudaranya itu.
Dengan nada santai seolah-olah tidak pernah melakukan hal senonoh terhadap korban Melati, Puang Sari bercerita dirinya memberikan uang Rp4 ribu karena kasian korban bermain bulutangkis dengan menggunakan raket yang sudah patah dan rusak.
“Saya tidak kasi begitu korban seperti yang dituduhkan semua orang. Memang saya tegur dan menarik tangannya karena saya kasihan sembari saya berikan uang 4 ribu pecahan 2 ribu. Memang anak saudara mau pesta pengantin, makanya saya bantu-bantu ambil bambu di belakang rumah, tapi kebetuan ada korban bermain. Lillahi ta’ala saya tidak apa-apakan korban,” kelit pria yang sudah punya belasan cucu ini.
Namun berbeda dengan keterangan sejumlah saksi seperti yang ditirukan paman korban Jamaluddin menyebutkan korban ditarik tangannya usai diberikan uang. Kemudian pelaku mengajak ke kebun cokelat tak jauh dari tempat korban bermain.
“Ia pak, korban ditarik tangannya dan dibawa ke kebun, lalu dibaringkan kesemak-semak sambil tubuhnya ditindih,” papar Jamal korban yang sedikit polos bercita apa yang dialaminya.
Sementara adanya hasil visum medis dari pihak Puskesmas yang menyebutkan terdapat cairan kental mirip sperma disekitar kemaluan korban.
(ady/C)
Demi Allah Saya Tidak Apa-apakan
×

