BANTAENG, BKM — Wabup Bantaeng, H Muhammad Yasin tak kuasa menyembunyikan perasaan kecewanya saat mewakili Bupati HM Nurdin Abdullah membawakan sambutan dalam acara perlombaan tabuh bedug antar remaja mesjid se Kabupaten Bantaeng, Minggu (11/9) malam.
Pasalnya, acara yang dilaksanakan di anjungan pantai seruni selepas shalat isya itu, terkesan tidak semarak karena hanya diikuti tiga grup peserta dari tiga mesjid. Padahal pembukaannya dihadiri langsung Bupati Bantaeng, sejumlah pejabat pemkab, dan pejabat instansi vertikal.
Ditemui di sela-sela acara, Ketua Panitia Pelaksana, Sofyan Yasri, mengaku bahwa pihaknya sudah dua kali melayangkan kepada semua pengurus masjid dan pengurus remaja masjid. “Kami sudah dua kali mengirim surat kepada mereka. Yakni, usai idul fitri dan sebulan setelahnya”, akunya.
Sofyan yang juga Ketua Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Bantaeng, menyatakan, pihaknya bertanggungjawab secara moral atas kurangnya partisipasi pemuda dan remaja dalam kegiatan keagamaan. “BKPRMI yang bertanggungjawab secara moral”, ujarnya.
Mewakili Bupati, dengan nada prihatin, Yasin mengatakan, bahwa tidak berbanding lurus antara perhatian pemkab dalam hal pembinaan keagamaan dengan tingkat partisipasi pemuda dan remaja masjid dalam mengikuti kegiataan keagamaan.
Syamsuddin, salah seorang jamaah Masjid Taqwa Tompong (masjid tertua di Bantaeng), mengatakan bahwa, baik pengurus masjid maupun pengurus remaja masjid, tidak ada yang menerima surat pemberitahuan dari panitia. “Saya sudah tanya pengurus, mereka mengaku tidak menerima undangan dari panitia”, bebernya.
Meski hanya diikuti tiga grup penabuh bedug, namun Bupati tampak antusias mengikuti acara yang dilaksanakan BKPRMI kerjasama Pemkab Bantaeng ini. Nurdin Abdullah tidak terpengaruh banyak atau tidaknya jumlah peserta yang ikut ambil bagian.
Keesokan harinya, Bupati yang terkenal merakyat dan berkarya nyata ini, turut melaksakan shalat idul adha di alun-alun hasil revitalisasi pantai seruni bersama ribuan umat Islam. Dia mengimbau, kiranya masyarakat Bantaeng dapat berpartisipasi aktif menjaga hasil pembangunan yang telah dilaksanakan selama kurun waktu 8 tahun.
Bupati yang cinta kebersihan ini juga meminta kepada jamaah, supaya menjaga kebersihan. “Saya berharap, setelah selesai melaksanakan shalat ied, kiranya lembar koran yang dijadikan alas supaya dibawa kembali agar tempat shalat ied ini tetap terjaga kebersihannya”, pintanya. (wam/C)
Peserta Sedikit, Wabup Kecewa
×

