GOWA – Pasca insiden saling serang yang melibatkan kelompok keturunan raja Gowa versi Andi Maddusila dengan oknum Satpol PP, Minggu (11/9) sore, prosesi ritual pencucian barang pusaka (Accera’ Kalompoang) di Balla Lompoa kini diambil alih oleh
Lembaga Adat Daerah (LAD) di bawah pimpinan Bupati Gowa, Adnan Puchrita Ichsan YL.
Ritual ini berlangsung di Balla Lompoa, Senin (12/9) siang dengan pengawalan ketat dari aparat TNI/ Polri. Sebelum ritual, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui tim terpadu terpaksa mengambil langkah tegas dengan membuka paksa brankas benda pusaka peninggalan sejarah kerajaan Gowa. Langkah ini ditempuh karena pihak kerajaan Gowa versi Andi Maddusila enggan memberikan kunci tersebut ke pihak Pemkab Gowa.
“Kami buka paksa brankas, karena kami telah berupaya meminta kuncinya tapi tidak diberikan. Saat itu, benda pusaka harus kita periksa, karena kita akan melakukan acara ritual pencucian benda pusaka kerajaan Gowa,” jelas Kabag Humas Pemkab Gowa, Andi Tenri Tahri.
Sebelum dilakukan bongkar paksa, pihaknya telah mengaku telah bernegosiasi meminta dengan baik kepada pihak kerajaan Gowa agar kunci penyimpangan benda pusaka itu diserahkan bahkan pihak kerajaan diajak untuk bersama-sama menyaksikannya dibukanya brankas tersebut. “Namun upaya itu tidak direspon oleh pihak keluarga kerajaan,” tambah Tenri.
Akhirnya, brankas itupun dibongkar paksa tersebut disaksikan oleh tim terpadu dihadiri langsung Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni dan Ketua DPRD Gowa, Ansar Zaenak Bate. Turut hadir anggota tim terpadu masing-masing Kepala Badan Kesbangpol Gowa, Inspektur Inspektorat Gowa bersama perwakilan dari Kodim 1409 dan Polres Gowa. Pembongkaran brankas tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga jam Minggu sore, yakni sejak pukul 17.30 hingga pukul 19.30 Wita dengan menggunakan linggis.
Setelah brankas berhasil dibuka, para saksi kemudian mengecek langsung keberadaan benda pusaka tersebut.
“Setelah kami membuka paksa tempat penyimpangan benda pusaka, seluruh benda pusaka jumlahnya tidak berkurang, ada 18 jenis benda pusaka. Hanya saja beberapa permata dari benda pusaka itu termasuk pada Mahkota Salokoa sudah tidak utuh lagi. Sudah ada yang berkurang jumlah permatanya, termasuk cincin juga kurang permatanya,” beber Inspektur Inspektorat Gowa, Chairul Natsir.
Seperti diketahui, dalam insiden Minggu sore lalu, masing-masing kubu terlibat saling serang dengan batu dan senjata tajam, salah satunya anak panah (busur). Dalam insiden ini, mengalami luka karena terkena lemparan batu dan ada yang terkena busur.
Pencucian benda-benda pusaka ini dihadiri langsung Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan sebagai Ketua LAD yang menjalankan fungsi Sombaya didampingi Wabup Gowa dan perangkat LAD lainnya, Ketua DPRD Gowa, H Ansar Zaenal Bate, Muspida, Dewan Bate Salapang.
Meski berjalan lancar namun kondisi kawasan istana tetap dalam penjagaan tetap Satpol PP, Polres dan Kodim 1409 Gowa. (*)
Adnan Ambil Alih Ritual Accera’ Kalompoang
×

