PASANGKAYU, BKM — Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Dusun Tanjung Harapan, Desa Bambakoro, Kecamatan Lariang, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), terancam kehilangan rumah karena abrasi pantai. Mereka berharap agar pemerintah tidak tinggal diam dengan kondisi warga di sana.
Menurut Kepala Desa Bambakoro, Akib As’ad, sekitar 130 rumah warga di Dusun Tanjung Harapan saat ini terancam abrasi. Fenomena alam ini sudah sejak lama terjadi yang mengakibatkan separuh dari pemukiman warga di sisi utara pantai hilang tergerus gelombang laut.
”Sudah lama pak abrasi di desa kami ini. Sebelumnya, di sisi utara pantai di daerah muara sungai Lariang, sudah ratusan meter hanyut tergerus gelombang laut. Ini mengakibat sebagian warga kami berpindah rumah untuk menghindari abrasi,” kata Akib di Bambakoro belum lama ini.
Hal senada disampaikan Salihing, warga setempat. Ia mengaku telah beberapa kali berpindah tempat untuk menghindari abrasi. Saat ini rumah miliknya dan ratusan rumah lainnya kembali terancam. Jika gelombang pasang, air laut masuk ke pemukiman. Bahkan hempasan gelombang masuk ke dalam rumah miliknya dan beberapa warga lainnya.
”Kalau musim pasang, air laut masuk ke pemukiman warga. Bahkan, hempasan gelombang air laut masuk ke dalam rumah saya pak,” ucapnya sembari menunjuk batas hempasan gelombang laut yang hanya beberapa meter dari rumah warga.
Tak hanya abrasi, erosi Sungai Lariang juga yang terus massif disana. Setelah pemukiman warga di Dusun Rodo tergerus pada 2011 lalu, kini akses jalan yang dibiayai melalui APBD juga sudah ludes tergerus dan erosi kembali mengancam salah satu bangunan sekolah dasar (SD) di desa tersebut. (ala/mir/c)
Ratusan KK di Tanjung Harapan Terancam Kehilangan Rumah
×

