MAMUJU, BKM — Untuk ikut mendorong pemilihan gubernur (Pilgub) yang berkualitas, momentum pemilihan gubernur dan wakil gubernur provinsi Sulawesi Barat periode 2017–2022, jajaran ombudsman perwakilan Sulawesi Barat, mengambil peran sesuai kapasitas yang dimiliki. Yakni turut melakukan pemantauan pada tahapan Pilgub tersebut.
Sebagai lembaga negara yang bergerak dibidang pengawasan, Ombudsman tidak menutup diri dalam proses pesta demokrasi di daerah ini. Namun kapasitasnya bukan melakukan intervensi wewenang. Melainkan pengawasan sesuai dengan tupoksinya dari sisi maladministrasi demi terciptanya Pilgub yang bersih dan berkualitas.
”Secara kewenangan, ini memang ranah penyelenggara dan pengawas pemilu, KPU, dan Bawaslu. Tapi itu kan tidak menutup ruang adanya pengawasan dari pihak lain. Siapa saja boleh selama niatnya untuk mewujudkan pemilu yang baik dan berkualitas. Dan Ombudsman bukan hanya mengawasi peserta Pilgub namun secara umum penyelenggara dan pengawas Pemilu juga masuk dalam ranah pengawasan Ombudsman,,” ungkap Lukman Umar, Kepala Perwakilan Ombudsman Sulbar di Mamuju, Kamis (13/9).
Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Sulawesi Barat akan berlangsung pada Februari 2017 mendatang. Ombudsman akan menerjunkan tim pemantau pelaksanaan Pilgub. ”Ada 6 KPU kabupaten yang akan menyelenggarakan pemungutan suara pada Pilgub Sulbar. Secara prinsipil, tim kami nantinya akan melakukan pemantauan hal-hal terkait administrasi dan netralitas aparatur sipil negara, Tim ini juga punya fungsi untuk mengecek Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sampai menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU. Semoga pelaksanaan Pilgub Sulbar ini dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Sehingga akan melahirkan pemimpin terbaik. Sejumlah pasangan calon yang akan berkompetisi juga diharapkan dapat memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat,” ujar Lukman Umar. (ala/mir/c)
Ombudsman Tetap Pantau Tahapan Pilgub
×

