pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

DPLK Manulife Dorong Perusahaan Optimalkan Program Pensiun

MAKASSAR, BKM — Kesadaran para pelaku usaha di Indonesia khususnya di Makassar dan Sulsel untuk ikut dalam program pensiun dan pesangon kepada para pekerjanya masih sangat minim. cheap jerseys Padahal, program ini akan sangat membantu perusahaan dalam menyiapkan pendanaan imbalan pascakerja dan antisipasi cash flow perusahaan.
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) sebagai pelopor dalam bisnis program pensiun dan pesangon sejak tahun 1994, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Manulife Indonesia saat ini melayani lebih dari 2.000 perusahaan dengan lebih dari 500.000 karyawan peserta.wholesale nfl jerseys from china DPLK Manulife Indonesia mengelola aset lebih dari Rp11,6 triliun per Juni 2016.
”Secara nasional, kami telah mengelola dana sebesar Rp2 triliun lebih. Kontribusi Makassar sendiri masih di bawah dari 10 persen atau Rp200 miliar. Kami optimis kalau angka ini akan terus bertambah seiring dengan kegiatan sosialisasi yang secara intens kami lakukan di Makassar. Karena dari 4 kali sosialisasi tentang program pensiun dan pesangon ini, terus terjadi penambahan jumlah perusahaan yang menjadi peserta,” kata Karyadi Pranoto, VP Head of Employee Benefits Distribution Manulife Indonesia didampingi Syarif Yunus, Asisten VP Head of Employee Benefits Training & Sales Support Manulife Indonesia, di sela-sela sosialisasi kepada sejumlah pelaku usaha Makassar yang belum menjadi peserta di Hotel Imperial Aryaduta Makassar, Kamis (22/9).
Sebelum Makassar, kegiatan seminar dan sosialisasi program pensiun ini telah dilakukan di tujuh kota lainnya di Indonesia, yaitu Medan, Jakarta, Surabaya, Bandung, Karawang, Kudus, dan Malang. Hingga akhir tahun 2016, kegiatan sosialisasi seperti ini akan dilaksanakan di 20 kota di Indonesia.
DPLK Manulife Indonesia tidak henti-hentinya mendorong perusahaan untuk mengoptimalkan program pensiun untuk kompensasi pesangon. Melalui acara seminar bertema ‘Program Pesangon; Pendanaan Imbalan Pasca Kerja dan Antisipasi Cash Flow Perusahaan’ ini, Manulife mengajak setiap perusahaan untuk mencadangkan dana agar dapat melakukan pembayaran pesangon karyawan sesuai amanat Undang-undang No. 13/2003, khususnya pasal 167, melalui program DPLK untuk kompensasi pesangon (PPUKP).
”Kewajiban pesangon pasti terjadi, entah karena karyawan pensiun, meninggal dunia, atau PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Sayangnya, masih banyak perusahaan yang belum siap untuk membayarkan pesangon karyawan karena tidak mencadangkan dana sejak dini. Akibatnya, arus kas terganggu dan perusahaan terbebani saat uang pesangon harus dibayarkan,” kata Karyadi yang akrab disapa Bang Otty.
Melalui program DPLK PPUKP, DPLK Manulife Indonesia siap menjawab kebutuhan perusahaan-perusahaan untuk mempersiapkan dana kompensasi pesangon karyawan. Program DPLK PPUKP tersebut menawarkan sejumlah keuntungan, seperti fleksibel atau dapat disesuaikan kebutuhan dan kondisi perusahaan, memiliki pelayanan administrasi berkualitas, bersifat transparan dan profesional, menawarkan beragam pilihan dana investasi, dan dapat digunakan sebagai kompensasi pesangon.
”Program DPLK PPUKP merupakan wujud komitmen kami untuk melindungi masyarakat Indonesia dan para pemberi kerja dari risiko keuangan akibat hal tak terduga. Program ini membantu mengatasi permasalahan arus kas yang mungkin dihadapi perusahaan di masa mendatang. Di lain pihak, karyawan akan terbantu dengan pengenaan pajak penghasilan final yang lebih rendah. DPLK Manulife Indonesia mengambil peran terdepan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya program pensiun dan pesangon. Hal ini dimaksudkan agar karyawan tetap dapat menjalani kehidupan yang layak saat tidak lagi bekerja,” tambah Karyadi. (mir)



×


DPLK Manulife Dorong Perusahaan Optimalkan Program Pensiun

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar