MAMUJU, BKM — Buruknya saluran drainase pembuangan di dalam kota Mamuju, telah menjadi penyebab banjir di daerah tersebut. Padahal, saat itu daerah Mamuju baru diguyur hujan. Sedangkan di beberapa titik di kota Mamuju sudah terendam banjir.
Kondisi terparah terjadi di Jalan Cik Ditiro, tepatnya di Kompleks Pemda Mamuju. Puluhan rumah warga dan rumah kost di kawasan ini terendam banjir. Begitu pula dengan kondisi di Jalan Soekarno Hatta.
Maman, salah seorang warga di Kompleks Pemda, kepada BKM mengatakan, kondisi ini disebabkan air laut mengalami pasang. Sementara di kawasan Kompleks Pemda diperparah lantaran adanya pekerjaan tanggul drainase.
”Mungkin lagi pasang air laut pak. Sementara di kawasan ini ada pekerjaan tanggul drainase. Jadi tanggul penahan air yang ada dirobohkan karena mau dikerja ulang. Pada saat terjadi kondisi seperti ini tidak ada lagi yang menahan air dan langsung meluber masuk ke pemukiman warga,” tutur Maman.
Sementara warga lainnya bernama Bakri, mengaku tidak menduga kejadian ini. ”Saya tidak sangka-sangka juga ini. Karena tidak biasanya ada banjir sampai tinggi begini di Kompleks Pemda. Di rumah saya, tinggi air sampai lutut orang dewasa. Habis semua barang-barang dan perabotan rumah tangga terendam air. Yah, mau bagaimana lagi namanya juga musibah,” ungkap Bakri.
Akibat kejadian ini, sejumlah warga yang bermukim di sekitar Kompleks Pemda mengalami kerugian yang ditaksir mencapai jutaan rupiah. Meski demikian, warga hanya bisa pasrah sambil mengamankan barang berharga miliknya.
Warga berharap, instansi terkait dapat mencanangkan program pencegahan banjir. Salah satunya dengan melakukan normalisasi sejumlah muara drainase pembuangan yang mulai mengalami pendangkalan. Termasuk pengerukan gundukan sampah di sejumlah titik saluran pembuangan. Juga, menerapkan sanksi tegas bagi warga yang gemar membuang sampah sembarangan. (ala/mir/c)
Kota Mamuju Terendam Banjir
×

