GOWA, BKM — Pelajar Sekolah Menengah Aatas Negeri (SMAN) 1 Bajeng, Kabupaten Gowa, Fajriani Annisa Eka Trisna terpilih mewakili Sulsel dalam lomba menulis Program Gerakan Indonesia Membaca dan Menulis (GIMM) Nasional yang digelar Badan Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Fajriani akan bersaing dengan pelajar dari provinsi lain dalam kategori lomba menulis esai. Siswa Kelas X ini terpilih mewakili Sulsel setelah keluar sebagai pemenang pertama dalam lomba menulis esai yang digelar Balai Bahasa Sulsel dan Sulbar di Hotel Cokelat Makassar, Sabtu (22/8) lalu. Karyanya berjudul “Sastra sebagai Obat Revolusi
Mental,” menjadi tulisan esai terbaik dari 102 siswa SMA yang menjadi peserta lomba.
Untuk juara kedua dan ketiga lomba ini diraih Venchy Patendean dari SMA Negeri 18 Makassar dan Syahrul Fajar Perdana dari SMA Pesantren IMMIM Makassar. Pelajar dari SMK Negeri 4 Makassar, Masyita keluar sebagai juara harapan. Selain Fajriani, Balai Bahasa Sulsel dan Sulbar juga mengutus perwakilan guru dan mahasiswa dalam lomba yang sama. Untuk kategori mahasiswa, diikuti Agung Gumilang. Mahasiswa Universitas
Hasanuddin (Unhas) ini berhasil menyisikan puluhan mahasiswa lain lewat tulisannya yang berjudul Media Darling dan Kepenulisan.
Dalam lomba penulisan esai kategori mahasiswa, juara kedua diraih Ashar Musyafir dari Unismuh, juara ketiga diraih Irma Aswad dari Universitas Negeri Makassar (UNM), dan juara harapan diraih Maya Lisna dari Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Kepala Balai Bahasa Sulsel dan Sulbar, Adry mengungkapkan, lomba esai kali ini merupakan yang pertama dilakukan Pusat Bahasa. Ia berharap duta-duta Sulsel yang bertarung di GIMM nasional bisa mempersembahkan yang terbaik untuk daerah.
Ia mengatakan, Gerakan Indonesia Membaca dan Menulis seperti yang dilakukan lembaganya ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi siswa, guru, dan mahasiswa dalam menulis di samping mewujudkan program revolusi mental. (pap-ril/c)erah se Nusantara. (tom-ril/c)

