MAMASA, BKM — Keresahan warga sekitar Kota Mamasa terkait bahaya rabies, akhirnya terjawab sudah. Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (DP3) bekerjasama Balai Besar Veteriner Maros, melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharan yang mudah terjangkit rabies, seperti anjing dan kucing.
Sebelumnya, warga digegerkan dengan kasus meninggalnya seorang siswi SMTK Mamasa, Riska (16) yang meninggal dunia setelah digigit anjing gila. Berawal dari kasus tersebut, warga sekitar Kota Mamasa was-was terhadap bahaya rabies. Namun setelah dilakukan vaksinasi ke sejumlah anjing dan kucing, maka kini warga merasa tidak kuatir lagi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Hesron Lullulangi, saat dikonfirmasi di sela tugas memvaksinasi, menerangkan, kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan rutin untuk mencegah penyebaran atau penularan rabies terhadap anjing yang belum terjangkit rabies (digigit anjing gila) yang dilakukan pertahun.
Hanya saja, menurutnya, ditahun 2017 pihaknya baru dapat melakukan vaksinasi diakhir Maret.
Lanjut Hesron menjelaskan, kasus yang terjadi beberapa waktu lalu ada informasi yang sampai ke pihak Balai Besar Maros. Sehingga kegiatan ini dilakukan bersama pihak balai dan pihak balai akan mengambil sampel darah dari beberapa anjing dibeberapa wilayah di Kabupaten Mamasa untuk membuktikan apakah memang saat ini rabies tengah berkembang di Mamasa,” jelasnya.
Lebih jauh dijelaskan, hingga saat ini pihaknya sudah melakukan vaksinasi terhadap kurang lebih 800 ekor anjing. Ditargetkan pelaksanaan vaksinasi dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sekitar 15 ribu dosis vaksin untuk 15 ribu ekor anjing di seluruh wilayah Kabupaten Mamasa.
Sementara menurut Tim Balai Besar Veteriner (Kedokteran Hewan) Maros, Hadi, mengatakan, jenis rabies ada beberpa macam. Kalau di Indonesia, penyebar rabies itu kebanyakan dari anjing. Sedangkan untuk luar negeri biasanya kelelawar. Dan untuk di Mamasa ini, kita masih melakukan pengamatan terhadap anjing yang menyebarkan rabies ini dari mana. Apakah memang anjing disini yang menularkan atau anjing liar yang menularkan,” katanya.
Jenis anjing yang menyebar rabies ada dua, yakni anjing yang sifatnya diam dan ganas. Sehingga diimbau agar masyarakat proaktif mengkomunikasikan ke pihak kesehatan hewan jika ada hewan peliharaan yang terjangkit rabies untuk kemudian ditindaklanjuti.
”Jadi semua harus proaktif,” tegasnya, Jumat pekan lalu. (dar/mir/c)
DP3 Vaksinasi 800 Ekor Anjing
×

