pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sulbar Mampu Amankan Persediaan Sembako

MAMUJU, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah mempersiapkan sembilan bahan pokok (Sembako) jelang Ramadan dan Idul Fitri sudah lebih dari cukup. Bahkan, jumlah persediaan tersebut termasuk aman.
Hal ini disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman saat teleconference dengan pemerintah provinsi seluruh Indonesia di ruangan Pusdalsis Mabes Polri Jakarta, Rabu (3/5).
Saat mengikuti Teleconfrence di ruang Pusdalops Polda Sulbar, Penjabat Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu didamping Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Nandang, perwakilan Bulog, perwakilan KPPU, perwakilan Dinas Perdagangan, perwakilan Dinas Pertanian, jajaran Polda Sulbar serta undangan lainnya.
Pada teleconference tersebut, Mentan didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, Dirut Bulog, Jarot, serta Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Pusat, Syarkawi Rauf.
Amran Sulaiman menyampaikan, setiap tahun bahkan sudah puluhan tahun terjadi, biasanya sebelum masuk bulan Ramadan harga pangan naik, dengan alasan manipulasi dan produksi kurang.
”Untuk itu, kami bersama dengan Bulog menggenjot produksi. Dan Alhamdulillah, Persiapan sampai saat ini stok beras 2,2 juta ton. Selain beras, juga ketersediaan 40 ribu ekor sapi. Bawang merah, bawang putih, dan cabe juga sudah tersedia sebelumnya. Tidak ada lagi alasan ada kenaikan harga jelang Ramadan. Sebab kita sudah siapkan lebih dari cukup dan aman. Jadi, kalau ada kenaikan harga, berarti ada yang coba-coba bermain harga. Untuk itu kami menyiapkan Satgas pangan dari kepolisian. Sehingga tidak ada celah yang ingin main-main mengambil keuntungan di saat bulan Ramadan nanti,” tegas Amran
Ditambahkan, produksi pangan khususnya beras mengalami peningkatan 6 persen. Dan sudah hampir satu setengah tahun pemerintah bergejolak dengan harga beras. Selain itu, yang perlu diantisipasi masih ada diskualitas harga yang terlalu jauh antara petani dengan konsumen.
Sebelumnya, Kapolri, Jenderal Tito Karnavian menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menindaklanjuti arahan presiden tentang kesiapan pangan pada bulan Ramadan dan Idul Fitri. Menanggapi arahan Menteri Pertanian mengenai antisipasi diskualitas harga, Tito menyampaikan akan mengatasi hal tersebut dengan mengambil langkah-langkah kebijakan hukum.
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo pada kesempatan tersebut mengatakan, masalah pangan tidak lain adalah masalah menjaga stabilitas nasional. Sehingga peran kepala daerah untuk menjaga stabilitas pangan sangat penting.
Sesuai arahan presiden, kata Tjahjo, birokrasi harus dipangkas, misalnya kalau pasokan dan lainnya terhambat di daerah, maka pemerintah daerah bisa menyampaikan kepada Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan serta Bulog.
Mengenai persediaan pangan di Bulog, Dirut Bulog Jarot mengemukakan, instruksi mengenai penugasan kepada Perum Bulog untuk menjaga stbilitasi pasokan dan harga pangan di seluruh wilayah Indonesia telah dilakukan. Stok pangan pokok mulai beras sudah siap yakni sebanyak 2.170 ribu ton, daging sebanyak 40 ribut ton, gula di atas 400 ribu ton serta komoditi lainnya juga sudah siap.
Ketua KPPU Syarkawi Rauf pada kesempatan itu menyampaikan, untuk tahun ini sebagaimana arahan presiden, beberapa komoditas penting seperti daging sapi, gula, minyak goreng dan lainnya agar benar-benar bisa dijaga agar memberikan kenyamanan kepada umat muslim pada saat Ramadan dan Idul Fitri akan datang.
Di tempat terpisah, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menyampaikan, pihaknyasudah melakukan pertemuan dengan 25 provinsi dan para pelaku usaha untuk melakukan pemantauan terhadap posisi stok dan harga. Sehingga dikeluarkan ketetapan harga eceran tertinggi untuk beberapa komoditas yang biasa dijadikan ajang spekulasi di luar beras.
Di antaranya gula pasir, untuk semua merek harga maksimum Rp12.500, gula kemasan Rp11.900, dan minyak goreng kemasan Rp11.000.
Dengan harga itu, tetap menjaga keuntungan. Ia menambahkan, apa yang sudah dilakukan Menteri Pertanian yang telah berhasil memproduksi bahan pokok akan dijaga agar tidak menjadi ajang spekulasi kemudian stoknya ditahan. (ala/mir/c)



×


Sulbar Mampu Amankan Persediaan Sembako

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar