MAKALE, BKM — Ketua Komisi Yudisial RI Prof DR Aidul Fitriciada Azhari, didampingi pejabat struktural Rony Dolfinus Tulak, Hamka Kapooang, Kamis (10/5) diterima bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae di Rujab Bupati.
Bupati didampingi Ketua tim penggerak PKK Ny Rospita NB. Aidul F Azhari kesempatan itu menjelaskan, kedatangannya di Toraja adalah untuk mengenal lebih jauh adat dan budaya Toraja sebab hingga saat ini suku Toraja dikenal masih kental dengan budaya dan adatnya, sehingga sangat wajar dijadikan warisan dunia.
Apalagi di Toraja ternak kerbau adalah lambang kebesaran utamanya jenis belang dan Saleko harganya milyaran, Pemkab hendaknya berkontribusi memelihara adat tersebut.
Karena itu kondisi kekinian nilai leluhur Pancasila dan cinta Tanah Air sudah mulai tergeser yang tidak menutup kemungkinan mengancam disintegrasi bangsa, hanyalah dengan perkuat kearifan lokal adat dan budaya suatu kekayaan tradisi ancaman radikalisme dari luar tersebutdapat ditangkal.
”Peradilan Adat perlu dihidupkan menyelesaikan sengketa sebelum masuk rana hukum, sehingga potensi konflik dapat dihindari karena kedepankan pendekatan kekeluargaan dan gotongroyong bangun kehidupan lebih harmoni bentuk etika,” ujar Aidul.
Sehubungan agenda KY bersama MPR pelaksanaan Tap MPR No 6 Tahun 2001 tentang etika kebangsaan sudah 15 tahun tidak diwujudkan, kita berharap konfrensi etika kehidupan berbangsa dan bernegara nilai adat sala satu focus perhatian, sehingga selama berada di Toraja rombongan KY mengadakan agenda sarasehan di Sangalla untuk wilayah Tallu Lembangna, dan Malimbong Balepe Toraja Barat. (gus/C)
Ketua Yudisial Pelajari Adat Toraja
×

