PINRANG, BKM — Dua profesor, masing-masing Rektor Univesitas Islam Makassar Prof DR Hj Andi Majdah M Zain Agus AN dan Rektor Universitas Islam Makassar dan Guru Besar Sosiologi UIN Alauddin Prof Hamdan hadir di arisan dan pengajian bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Pinrang, Jumat (28/8) sore di lantai dasar Masjid Agung Al Munawir.
Selain itu, hadir pula Bupati Pinrang HA Aslam Patonangi dan istri Hj Andi Dewiyani Aslam, Kadispora Andi Rudy Hamid serta Kepala Kantor Kemenag Pinrang DR HM Arsyad Ambo Tuo. Salah satu rangkaian acara ini adalah bedah buku; Melawan Takdir oleh Prof Hamdan.
Dihadapan ribuan guru, Rektor UIM yang juga istri Wagub Sulsel menyatakan salut dengan persatuan para guru di Pinrang, yang rutin melakukan arisan dan pengajian. Disamping sebagai ibadah, kegiatan ini juga menjalin silaturahmi yang tidak terputus, baik para guru, pimpinan Dikpora dan jajaran pemerintah daerah.
”Para guru yang ada hendaknya mengabdi dengan tulus, disamping terus memperdalam ilmu. Karena kualitas pendidikan lebih banyak ditentukan para guru,” kata Majdah.
Hal senada diungkapkan Prof Hamdan. Kata dia, semangat untuk maju didasari atas tekad keras dari diri sendiri. Keterbelakangan dapat diubah dengan belajar secara tekun dengan menimba ilmu, sehingga bisa menjadi manusia yang terdepan. Sebagaimana dialaminya yang diabadikan dalam buku Melawan Takdir. Diharapkan bukunya bisa jadi inspirasi sebagai professor termuda.
Bupati Pinrang HA Aslam Patonangi, menilai motivasi dari kedua tokoh pendidikan yang hadir di depan para guru sangatlah penting. Disamping dapat memberi pencerahan yang segar, juga bisa jadi inspirasi.
”Karena memang diharapkan para guru harus punya kompetensi. Kualitas guru yang baik ditentukan kemauan guru untuk tidak berhenti menambah ilmu, agar mampu menghasilkan siswa yang berkualitas. Mari kita bersama-sama memajukan pendidikan ayng itu merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Aslam.
Kadispora Pinrang Andi Rudy Hamid, mengatakan penyelenggaraan arisan dan pengajian seperti ini sudah berlangsung sejak dirinya menjabat Kadispora. Menurutnya, penyelenggaraan arisan dinilai kurang bermanfaat tanpa adanya pengajian, disamping mengajak para peserta arisan untuk beramal.
”Donasi yang terkumpul dari kegiatan telah dibangun panti asuhan. Sebagian disumbangkan kepada masjid di kecamatan sebagai tuan rumah arisan yang digilir setiap bulan,” jelasnya.
Sementara H Muslimin Habe, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikpora selaku panitia, mengatakan para guru cukup antusias mengikuti arisan dan pengajian. Setiap bulan mereka selalu hadir dan bersilaturahmi serta tukar menukar informasi sesama guru. (gun/rus/c)
Dua Profesor Hadir di Pengajian DWP Disdikpora
×

