ENREKANG, BKM — Harga bawang merah di Kabupaten Enrekang dalam beberapa bulan terakhir terutama di pasar tradisional terjun bebas. Hingga memasuki ahir Mei 2017 harga bawang merah Rp10 ribu-7 ribu/kg dari sebelumya Rp40-35 ribu/kg.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Enrekang, Arsil Bagenda mengantakan anjloknya harga bawang merah itu karena musim panen yang hampir bersamaan di seluruh daerah termasuk Bima
dan Brebes sehingga persediaan bawang merah
pun dianggap melimpah.
“Hampir semua daerah panen bawang sehingga persediaan bawang merah pun dianggap sangat
melimpah,”ujar Arsil.
Akibat anjloknya bawang mereh tersebut, Kadis mengakui Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman akan bekerjasama Bulog untuk menada harga bawang merah para petani di Enrekang.
“Saya dengar pak Menteri akan kerja sama dengan Bulog untuk menada bawang kita,”ujar Arsil.
Sebelumya, Bupati Enrekang, H Muslimin Bando
mengatakan setiap tahun produksi petani bawang merah Enrekang mencapai 6.000 ton dengan luas lahan pertanian 6.000-7.000.
Omzet dari petani per satu kali panen mencapi Rp1,5 triliun. Ini melampaui PAD Enrekang 2016 yang tidak lebih dari Rp1 triliun.
“Petani Bawang kita dalam per hektar menghasilkan 10 ton,sedangkan luas lahan pertanian bawang merah kita di Enrekang 6000-7000 hektare,” tandas Bupati
“Jika dikalikan dengan rupiah 6.000 ton dengan harga bawang merah sekarang Rp25 ribu, berarti uang yang masuk Enrekang melalui bawang merah mencapai Rp1,5 Triliun lebih besar daripada PAD-nya Enrekang 2016,”jelas Muslimin Bando (MB).
(her/C)
Harga Bawang Terjun Bebas, Mentan Turun Tangan
×

