MAKALE, BKM — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kombongan Situru Tana Toraja menggelar diskusi hasil kemitraan Indonesia dengan Australia.
Diksui fokus pada kesetaraan gender pemberdayaan perempuan dan anak.
Officer program Mampu LSM Kombongan Situru, Lenynda Tondok, Jumat (2/6) saat menggelar diskusi dengan awak media di Toraja Coffe Café (TCC) mengatakan, tingginya kasus kekerasan perempuan dan anak di Tana Toraja LSM Kombongan Situru fokus memberi perhatian solusi penyelesaiannya.
Salah satunya sudah terwujud yakni mengadpokasi Ranperda Inisiasi dewan tentang Pemberdayaan Perempaun tengah digodok di dewan.
Pasalnya, besarnya perhatian LSM Kombongan Situru akan derajat perempuan, tentu sudah menjadi komitmen tahun 2017 Kombongan Situru pokus dan konsen seperti apa pemeberdayaan perempaun didaerah ini,” ujar Lenynda.
Diakui Lenynda, sejak Ranperda Pemberdayaan Perempaun dan Anak dibahas didewan, kami sedikit kecewa dengan kinerja Pansus sebab lamban melakukan pembahasan, utamanya saat studi banding keluar daerah kenapa tidak dilibatkan stake holder lainnya.
Tidak heran jika diskusi berlangsung tegang sorot kinerja anggota Pansus terkesan tertutup, padahal pembahasan Ranperda habiskan anggaran ratusan juta.
Diakui Lenynda, meskipun LSM Kombongan Situru sedikit lmban gaungkan Pemberndyaan Perempaun dan Anak, itu terjadi karena ada perubahan di tim leader dn fanding.
Olehnya itu, sambung Lenynda, program fase kedua Mampu LSM Kombongan Situru enjelnya poice and influence atau suara dan pengaruh.
Dan disitulah peran media sehingga dilibatkan berkontribusi dan publish kepada masyarakat dan pemirsa lainnya. (gus/C)
LSM Kombongan Situru Gelar Diskusi
×

