MAMUJU, BKM — Angka inflasi di Kabupaten Mamuju pada Mei 2017 berkisar 0,27 persen. Inflasi di Mamuju terjadi karena adanya peningkatan harga pada empat kelompok, yakni kelompok bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok serta kelompok perumahan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar, Suntono, kepada wartawan, di kantornya, Jumat kemarin (2/6), mengatakan, dari 82 kota di Indonesia yang disampling pada Mei 2017, ada 70 kota yang mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi.
Dari jumlah itu, inflasi tertinggi terjadi di Tual sekitar 0,98 persen serta terendah di Bulukumba dan Sampit yang hanya 0,02 persen. Sedangkan untuk perubahan indeks pada tahun kalender Mei 2017, di Mamuju telah terjadi inflasi 1,70 persen.
”Sementara BPS Provinsi Sulbar dalam hasil pemantauannya pada harga eceran dari berbagai komoditas barang dan jasa, maka di Mamuju terjadi peningkatan indeks harga konsumen,” kata Suntono.
Tingkat harga dan kelompok yang telah memberikan andil inflasi di Mamuju adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,08 persen. Untuk transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, pada Mei 2017 telah mengalami inflasi sebesar 0,05 persen. Dari delapan kota di Sulawesi yang mengalami inflasi, Mamuju menempati peringkat ketiga.
Untuk perkembangan Nilai Tukar Petani di Sulawesi Barat, tambah Suntono, pada bulan Mei 2017 sebesar 105,63 persen dan menunjukkan ada mengalami penurunan 0,35 persen. Maka dari hasil pemantauan pada harga konsumen pedesan menunjukkan terjadi inflasi ditingkat pedesaan di Provinsi Sulbar pada bulan Mei 2017 sebesar 0,25 persen. Inflasi ditingkat pedesaan terjadi di 29 provinsi se Indonesia. Inflasi tertinggi ditingkat pedesaan berada di Provinsi DI Yogyakarta. Sedangkan Provinsi Sulbar berada diperingkat 21 dari 29 provinsi itu. (ala/mir/c)
Inflasi di Mamuju 0,27 Persen
×

