MAMUJU, BKM — Bupati Mamuju, H Habsi Wahid bersama Wakil Bupati, Irwan SP Pababari, nekat melakukan perjalanan dengan melalui jalur yang sangat ekstrim, Selasa (4/7). Perjalanan tersebut untuk memantau langsung lokasi jalan yang menjadi sasaran TNI Manunggal Masuk desa (TMMD) di Desa Taan, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju,
Bupati Mamuju, Habsi Wahid usai melaksanaan upacara pembukaan TMMD yang dilangsungkan di Lapangan Bahagia Galung, Kecamatan Tapalang, bersama Kasrem 142 Tatag, Letkol Inf Drs Priono, Dandim 1418 Mamuju, Letkol Inf Muh Imran, Wakil Ketua DPRD Mamuju, H Sugianto, Kapolres Mamuju, AKBP Muh Rifai beserta rombongan bupati mengendarai kendaraan khusus.
Kendaraan ini disiapkan untuk menempuh jalur yang sangat menantang sejauh 2,3 kilometer dengan mendaki gunung di sebelah timur pusat pemerintahan Kecamatan Tapalang.
Pada saat memasuki jalur menuju dua desa sasaran, yakni Kopeang dan Bela’ menjadi tantangan tersendiri yang dilalui rombongan. Mulai dari jalan beliku, tanjakan berbatu juga tanah yang licin. Bahkan, sesekali mobil yang digunakan kandas di tengah jalan.
Namun hal itu tak menjadi penghalang antusiasme bupati bersama rombongan untuk memantau langsung realisasi program hasil kerjasama Pemkab bersama TNI. Selaku pemerintah daerah, harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, seperti perbaikan jalan yang akan digunakan sehari–hari.
”Saat ini, melihat kondisi jalur kedua desa tersebut, kita harus segera memperbaiki dengan adanya TNI Manunggal Masuk Desa akan berjalan selama sebulan dari pihak TNI dan menyelesaikan jalan sampai ke sungai yang memutuskan jalur menuju desa itu. Artinya, sebentar lagi masyarakat akan memiliki akses terbuka untuk melanjutkan perekonomiannya,” ungkap bupati Mamuju.
Anggaran yang akan digunakan untuk proses pekerjaan jalan ini sekitar Rp1,5 miliar. Dan pada tahun anggaran 2018, kata Habsi, Pemkab kembali akan menganggarkan dengan nilai yang sama.
”Jika jalur tersebut serta beberapa pembangunan lainnya belum selesai, maka tahun depannya lagi akan dianggarkan sampai jalur menuju dua desa tersebut benar-benar tuntas,” ucap Habsi Wahid.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Mamuju, Drs H Sugianto, menegaskan, pihaknya akan mengawal anggaran untuk kelanjutan program pemerintah yang telah dijalankan untuk pembangunan jalan menuju kedua desa itu.
”Kalau ini untuk kepentingan rakyat, kenapa tidak,” tegas Sugianto.
Kasrem 142 Tatag, Letkol Inf Drs Priono, menyampaikan terimakasih kepada pemerintah daerah dan DPRD termasuk instansi terkait lainnya yang telah mendukung program TMMD. Karena ini bukan semata–mata tugas TNI. Tapi ini dilakukan bersama-sama untuk membangun desa.
”Sekali lagi, pembangunan di daerah dengan keberadaan Korem, Kodim, Babinsa, dan Koramil di sini adalah tanggung jawab kita bersama tidak ada yang lebih, karena pembangunan di wilayah NKRI adalah tanggungjawab kita semua. Saya berharap dengan kemanunggalan TNI, pemerintah dan mayarakat, kita bisa semakain perkuat solidaritas. Sehingga ke depan untuk TMMD tetap dilanjutkan,” jelasnya.
Ditempat Berbeda, Dandim 1418 Mamuju, Letkol Inf Muh Imran, mengemukakan, di TMMD ke 99 untuk wilayah Kodim, ada sebanyak 150 personel TNI yang akan menyelesaikan tugas selama 30 hari ke depan. Di samping jalan sejauh 2.500 meter atau 3 kilometer, juga ada sasaran seperti pembangunan jembatan, bedah rumah kepala sekolah, rehab sekolah, pembangunan Poskamling, gorong–gorong, dan rumah baca. (ala/mir/c)
Tinjau Lokasi TMMD, Bupati Lalui Jalur Ekstrim
×

