KAPOLRES Sidrap AKBP Witarsa Aji punya cara lain mengisi hari-hari liburnya. Diwaktu luangnya, dia mengajak komunitas pecinta Trail yang ada di Sidrap untuk menjajal wilayah-wilayah pegunungan ekstrim yang ada di Sidrap dengan menggunakan motor Trail.
Meski bukan ajang Adventure resmi, namun sedikitnya 20 motor Trail diajak bertarung untuk mencoba menaklukkan 3 wilayah pegunungan ekstrem di Kecamatan Watang Pulu, Panca Lautang dan Maritengngae.
Suasana cerah dan teriknya matahari Sabtu 22 Juli akhir pekan kemarin, tidak mengurangi antusias puluhan rider untuk mulai menggeber motor trail miliknya melewati rute ekstrim dan fun.
Kapolres Sidrap memimpin para rider dari komunitas Biker Trail Sidrap dan sejumlah personil Polres star di Rujab Kapolres sekitar pukul 07.00 Wita.
Para rider tancap gas menguji adrenalin dengan menjajal rute ekstrim dan menantang di pegunungan Lainungan hingga pegunungan Desa Teppo, serta pegunungan Perrinyamen Amparita Kecamatan Tellu Limpoe hingga pegunungan Bilokka Kecamatan Panca Lautang.
Jalur yang dilalui sangat menantang dan menguras energi. Bahkan lembah neraka yang selama ini akrab ditelinga para pencinta adventure berhasil ditaklukkan.
Bagi Witarsa, jalur yang memiliki lembah sangat terjal dan jurang tinggi itu berhasil ia taklukkan. Penulis yang juga turut mencicipi ekstrimnya jalur-jalur yang dilalui tak sedikit jatuh bangun dengan motor trail 150 CC Kawasaki.
Beberapa kali, para riders ini menantang maut melintasi jalur yang menempuh jarak keseluruhan sekitar 70 kilometer tersebut.
“Benar-benar ekstrim jalurnya, pantes semua orang menceritakan belum ada muspida yang berani melintasi jalur ini. Tapi alhamdulillah, semangat teman-teman begitu besar sehingga kami mampu tembus dan berhasil taklukkan jalur ini,”ungkap Witarsa.
Ditambahkan Witarsa hobinya mengendarai Trail itu diluangkan menjelahi wilayah-wilayah masyarakat Sidrap yang terpencil.
“Ternyata Sidrap memang indah, masyarakatnya juga ramah-ramah,”tabdasnya.
Sementara, Andi Abu, salah seorang Biker Trail menceritakan pengalamannya yang pernah dilalui lembah tersebut. Menurutnya, jalur lembah neraka memang dikenal ekstrim bagi para trail yang pernah mencoba pegunungan Pabbaresseng.
Jalur itu, jika dilintasi tak banyak yang berhasil tembus. Bahkan pernah menelan korban jiwa peserta asal Sidrap H Rauf meninggal dunia setelah melalui jalur itu.
“Memang cocok namanya lembah neraka. Benar-benar menantang adrenalin dan menantang maut,”lontar Andi Abu yang diamini H.Niko yang ikut dalam adventure tersebut.
Untuk itu, kegiatan seperti ini terus dihidupkan dengan tujuan selain olahraga, juga bisa berwisata menikmati begitu indahnya wilayah pegunungan kabupaten Sidrap. (*/C)

