pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pengerjaan Jalan Trans Sulawesi Korbankan Pelanggan PDAM

MAROS, BKM — Pengerjaan pelebaran jalan Trans Sulawesi Makassar-Parepare berdampak pada warga Maros. Khususnya di Barandasi, Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau. Pasalnya, sejak pengerjaan pelebaran jalan di area itu, sekitar 50 batang pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) rusak akibat alat berat.
Akibatnya, sebagian warga tidak bisa menikmati air bersih. Salah seorang warga, Illang mengaku sudah seminggu lebih air di rumahnya tak mengalir akibat kerusakan pipa. Dikatakan, sejak air tidak mengalir ia terpaksa mandi dengan menggunakan air sumur yang diperoleh dari sumur tetangganya.
Ia berharap persoalan ini bisa segera diatasi. Sehingga ia bersama warga lainnya tidak lagi kesulitan air bersih. ”Kita imbau agar PDAM dan pihak kontraktor bisa segera merampungkan persoalan ini. Jika tidak segera diselesailan, kami akan turun aksi. Ini sangat merugikan kami sebagai pelanggan PDAM,” ungkapnya.
Direktur PDAM Maros, Abdul Baddar, mengatakan, akibat pengerjaan jalan ada sekitar 50 batang pipa milik PDAM yang rusak. Dengan panjang pipa sekitar 300 meter. Baddar mengatakan, akan memindahkan pipa induk PDAM di wilayah itu, karena sudah tidak bisa dipertahankan dan sudah rusak parah.
Hanya saja, kata dia, sebelum dilakukan relokasi pipa baru harus terpasang dan pipa yang lama dimatikan alirannya. Untuk sementara waktu, akan membantu warga di Jalan Pendidikan yang airnya mati akibat kerusakan pipa dengan memberikan air bersih.
”Hari ini kita kasi bantuan air satu mobil tangki untuk warga Jalan Pendidikan. Mobil tangki itu standby di pinggir jalan. Jadi syaratnya warga harus datang mengambil dan membawa tempat atau jerigen. Karena kita tidak bisa mendatangi rumah satu persatu,” katanya.
Satu tangki berisi 4.000 liter air. Di Jalan Pendidikan sendiri, ada sekitar 30 KK pelanggan PDAM. Sehingga mereka bisa mendapatkan air 100 liter per kk. Untuk perbaikannya, ia mengaku akan melakukan setelah talud pelebaran jalan rampung.
”Kita tunggu talud rampung. Supaya tidak lagi terkena alat berat. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak area manager proyek pembebasan lahan mengenai kompensasi atas kerusakan pipa dan kebocoran air di wilayah itu,” katanya.
Olehnya itu ia berharap ada kompensasi yang diberikan. Baik untuk pengadaan material, maupun alat atau pipa yang rusak serta pengerjaannya. ”Cukup alat saja dan perbaikannya. Untuk air yang terbuang tidak usah, kami tidak permasalahkan karena sudah risikonya. Meski sebelum dialiri ke pelanggan air itu diolah dulu dan menggunakan biaya, tapi kami tidak permasalahkan,” jelas Baddar. (ari/mir/c)



×


Pengerjaan Jalan Trans Sulawesi Korbankan Pelanggan PDAM

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar