MAKASSAR, BKM — Sehari setelah seorang anak sekolah dasar menanyakan soal Stadion Barombong, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo kembali melakukan peninjauan lokasi, Jumat (4/8).
Selain untuk memastikan progres pembangunan di sana, SYL juga memberikan beberapa masukan terkait kelanjutan stadion yang dibangun sejak tahun 2011 ini.
Syahrul mengatakan, tahun ini, proses pengerjaan baru akan dimulai setelah proses tendernya selesai. Di mana melalui APBD 2017 telah disiapkan anggaran sebesar Rp95 miliar.
Sementara dari APBN, kata Syahrul pernah dianggarkan sebanyak Rp200 miliar lebih selama kurung waktu 2016-2017.
“Ada beberapa pendanaan yang ada selama dua tahun ini terpaksa ditarik ke pusat, salah satunya untuk membiayai Sea Games,” ucapnya.
Kendala lain yang dihadapi selain masalah pendanaan adalah soal lahan. Sebab sejauh ini, pembangunan stadion berkapasitas 45 ribu orang ini belum memiliki IMB. Bahkan beberapa lahan yang masuk dalam perencanaan belum terbebaskan.
Mulai dari lahan 3,35 hektar milik PT GMTd yang belum diserahkan karena masih menunggu PKS. Lahan 1780 hektar yang belum dibayarkan atas nama Rosma karena masih bersoal hukum. Serta lasan seluas 9919 meter persegi yang diklaim oleh Kamaludin Dg Bundu dengan dasar surat garapan.
“Saya juga memastikan areal kita di sini Aman, agar tidak ada penyerobotan dan lain-lain sebagainya. Saya sulit sekali kalau berhadapan dengan masalah tanah, apalagi untuk kepentingan masyarakat. Tidak mudah seperti yang dipikirkan,” lanjutnya.
Syahrul mengatakan, banyak pihak yang tak ingin stadion berstandar internasional tersebut selesai di era kepemimpinannya. Sehingga, dalam menyelesaikan pembangunan banyak kendala yang dihadapinya.
“Dan banyak orang yang tidak mau ini selesai dan tuntas di era saya. Menurut saya ini lahannya pemprov, Cuma kebetulan ada yang sudah menjualnya. Masa saya harus tunduk sama itu, sekarang saya yang harus minta-minta,” kata Syahrul, usai melakukan peninjauan.
Syahrul juga berencana menggelar upacara puncak peringatan HUT Sulsel yang akan digelar bulan November di Stadion Barombong. Karena itu dirinya meminta Dinas Pemuda dan Olahraga untuk menyiapkan hal tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, Sri Endang Sukarsih mengakui akan melakukan soft lounching penggunaan kolam renang yang akan diserahkan oleh PT GMTD sebagai bagian dari lahan kawasan Stadion Barombong.
“Kita juga sementara melakukan revisi DED yang sudah ada sejak 2013. Salah satunya memindahkan lahan parkir di sebelah utara antara tribun barat dan kolam renang. Serta berencana membuka akses jalan baru ke lahan parkir ini,” tambahnya.
Seperti diketahui sejauh ini Stadion Barombong sudah menghabiskan sebesar Rp202,34 miliar atau sekitar 61,2 persen dari total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp330 miliar (DED 2013). Ini terdiri dari APBD Rp160 miliar dan APBN Rp42,34 miliar. (rhm)
Stadion Barombong akan Digunakan di HUT Sulsel
×

