SIDRAP, BKM — Korban banjir bandang di tiga desa di Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, terjadi Senin (7/8) lalu masih terisolasi.
Sarana dan parasana seperti jembatan dan jalan negara yang menghubungkan antar daerah rusak parah. Akibatnya transportasi untuk mengangkut berbagai kebutuhan pokok terganggu.
“Di sini perputaran ekonomi lumpuh karena akses jalan dan jembatan putus. Itu yang menyebabkan warga tidak bisa beraktifitas,” ujar Kades Dengeng-Dengeng, Mustair Tekka, Kamis, (10/8).
Ia mengatakan, mata pencarian warga di daerah yang terkena dampak tanah longsor dan banjir bandang rata-rata perkebunan cengke, merica, lada dan coklat.
“Mereka tidak bisa lagi beraktifitas seperti biasanya. Sebab jalan dan jembatan rusak, dan masih dalam tahan pembenahan infrastruktur,” katanya.
Anggota DPRD Sidrap, Andi Mustari M Nur mengatakan, bandang yang menerjang wilayah dapilnya itu merupakan bencana terparah yang menghajutkan 2 rumah, 11 rusak parah dan ringan, serta memutuskan akses jalan dan jembatan.
“Warga yang terkena dampak banjir masih membutuhkan uluran tangan pemerintah. Sebab, perputaran ekonomi masih lumpuh,” kata Andi Mustari.
Terpisah, Kabag Ekonomi Sidrap, Ambo Ela mengaku, hingga saat ini pemerintah daerah telah memberikan bantuan berupa sembako, air bersih, makanan dan obat-obatan.
Diketahui, banjir yang melanda Desa Belawae, Dengeng-Dengeng, dan Buntu Buangin berdampak pada 497 jiwa, 15 km jalan rusak, dan ratusan hektar lahan cengke, dan kakao rusak akibat longsor, serta menyebabkan salag satu bangunan sekolah di daerah itu nyaris roboh. (ady/C)
Warga Dengeng-Dengeng Masih Terisolasi
×

