WAJO, BKM — Salah satu cara masyarakat Kecamatan Gilireng Berburu babi hutan yaitu dengan cara Maddengeng. Maddengeng dalam artian masyarakat berburu babi secara serentak.
Dalam tradisi ini terlihat kaum pria beramai ramai masuk hutan dengan membawa tombak serta anjing yang sudah terlatih. Sementara, kaum ibu ibu berpartisipasi dengan menyiapkan makanan dari rumah mereka masing masing untuk disuguhkan kepada seluruh warga yang tengah berburu babi hutan.
Dengan menggunakan anjing pemburu, untuk mencium bau babi hutan, dan setelah ketemu maka babi hutan akan dikejar dan dikeroyok oleh puluhan anjing-anjing yang buas yang terlatih itu.
Sementara si pemburu biasanya lebih dari satu orang, mereka membawa peluit dan tombak serta parang atau senapan rakitan. Jika peluit ditiup atau si pemburu berteriak, maka anjing-anjing pemburu tersebut akan terus mengejar babi hutan kemanapun pergi.
Salah satu warga, Andi Gusti Syam mengaku tak jarang dalam tradisi ini sejumlah warga biasa menjadi korban lantaran diseruduk babi hutan. “Biasa warga diserduk babi hutan, apalagi kalau babinya sudah luka parah terkena tombak pasti mengamuk itu,” ujar Andi Gusti Syam
Menurutnya tradisi yang dilakukan warga Gilireng yang secara sukarela ini hingga kini masih tetap rutin dilakukan. Dalam sekali maddengngeng para petani umummnya mendapatkan hasil buruan antara belasan hingga puluhan ekor babi hutan, tergantung situasi dan kondisi.
“Kalau cuaca panas biasanya babi gampang didapat tapi kalau habis hujan itu yang susah karena babi kuat lari. Seperti tadi kita dapat puluhan babi hutan. Babi tersebut rencananya akan di beli orang palopo (non muslim),” ujarnya. (*)
Warga Berburu Babi Secara Serentak
×

