pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sulbar Peringkat Dua Gizi Buruk di Indonesia

MAMUJU, BKM — Kondisi gizi buruk kronis atau dikenal dengan stunting di Provinsi Sulbar, perlu mendapat perhatian. Provinsi Sulbar saat ini menduduki posisi kedua Stunting di Indonesia. Hal tersebut dikemukakan Asisten Deputi Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak dan Kesehatan Lingkungan RI, Meida Octarina kepada Gubernur Sulbar , Ali Baal Masdar, di ruang kerja gubernur Sulbar, Selasa (5/9).
Dikatakan, dirinya bersama rombongan menemui gubernur Sulbar sebagai bentuk laporan kepada gubernur Sulbar terkait salah satu kabupaten, yakni Kabupaten Polewali Mandar (Polman), masuk dalam daerah integrasi stunting. Dari pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tersebut diharapkan dapat menggerakkan para OPD terkait dalam menangani permasalahan stunting .
”Polewali Mandar masuk daerah integrasi stunting dikarenakan kawasan tersebut masuk kategori daerah miskin di provinsi ke-33 tersebut. Tidak hanya itu, Polman masuk pada posisi kedua tertinggi se nasional. Dimana, standar stunting pemerintah pusat mencapai 3,72 persen. Sedangkan Polman sendiri mencapai 33 persen.
Dikemukakan, stunting bukan program baru, tetapi merupakan program yang cukup lama, dan telah mencapai 15 tahun lalu. Meski demikian, angka-angka stunting, angka gizi kurang, gizi buruk, kematian ibu, kematian anak masih tinggi. Sehingga harus disampaikan kepada gubernur Sulbar yang baru, agar ada program baru yang akan datang lebih menguatkan,” ungkapnya.
Meida menyampaikan, jumlah stunting di Indonesia mencapai sembilan juta jiwa dan 30 persennya dicapai Sulawesi Barat. Ia berharap, sekiranya pemerintah daerah di berbagai pelosok negeri, dapat mendukung program pemerintah pusat dengan lebih efektif.
”Jangan sampai Indonesia menjadi salah satu negara penyumbang gizi terburuk di dunia,” kata Meida.
Untuk itu, dengan adanya program ‘Marasa’ (Mandiri, Sehat, dan Sejahtera) yang diprogramkan gubernur Sulbar, akan diintegrasikan secara mandiri, cerdas, dan sehat. Dimana, program tersebut masuk dalam lingkup program Deputi Gizi RI dalam penanganan stunting,
”Kita tidak mau ditahun mendatang generasi kita otaknya bodoh dan tidak bisa bekerja, serta berpenyakitan. Dikarenakan sepuluh program yang belum efektif. Selain itu, saya berharap pada tahun 2018 angka tersebut bisa menurun,” lanjut Meida.
Sepuluh program Deputi Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak dan Kesehatan Lingkungan (Kesling) Republik Indonesia (RI) yaitu, percepatan perbaikan gizi khusus seribu hari pertama kehidupan, generasi sehat cerdas, PKH, PAUD GSC, Pancimas dan Sanimas, STBM,BKB, KRPL, GBM, dan UKS.
Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, mengatakan, program-program kerja Asisten Deputi Gizi, Kesehatan Ibu dan Kesling RI, merupakan program yang sangat bagus bagi perkembangan dan pertumbuhan Provinsi Sulbar ke depan. ”Untuk mengintegrasikan dengan program Marasa, saya akan menggerakkan secara maksimal semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lingkup Pemprov Sulbar. Dimana telah diketahui secara seksama, apalagi program tersebut sebelumnya sudah pernah ada, tapi berjalan kurang maksimal dikarenakan tiap OPD bekerja sendiri-sendiri. (ala/mir/c)



×


Sulbar Peringkat Dua Gizi Buruk di Indonesia

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar