MAKASSAR, BKM–Wali Kota petahana Mohammad Ramdhan (Danny) Pomanto disarankan untuk lebih berhati-hati menentukan pendamping di Pmilihan Wali Kota (Pilwali) Juni 2018 nanti. Alasannya agar wakil Danny akan menentukan konstalasi politik kedepan nantinya.
Pernyataan tersebut disampaikan Pengamat Politik dari Unismuh Makassar Luhur Andi Priyanto, Kamis (7/9). Menurut Luhur, ada dua gerbong partai besar yang siap melawan Danny ketika tidak memilih kader dari mereka yakni Golkar dan Demokrat.
Sebagai partai besar dan memiliki perolehan kursi yang signifikani di legislatif, Golkar dan Demokrat tentu lebih memprioritaskan kadernya untuk digendeng untuk posisi 02, sehingga jika Danny tidak memilih kader partai tersebut, memungkinkan akan ada dua pasangan penantang Danny yakni yang diusung Golkar dan Demokrat. “Tentulah partai memprioritaskan kadernya untuk di usung meskipun demikian, ada juga partai yang membangun daya tawar yang tinggi pada incumbent tidak cukup hanya dengan menggandeng kader, tetapi harus sejalan dengan usungan partai di Pilgub,”ujar Luhur, kemarin.
Pada posisi tersebut sulit bagi Danny merangkul kader Golkar sebagai wakil, sebab Danny sendiri sudah mendeklarasikan dukungan pada bakal calon gubernur selain jagoan NH-Aziz.”Apalagi ada isu koalisi Nasdem-Golkar,”ucapnya.
Sementara di Demokrat sendiri Danny sangat berhati-hati mengambil Adi Rasyid Ali (ARA) sebagai wakil, sebelum memastikan kontribusi dukungan elektoral ARA di tengah Demokrat yang terfragmentasi.
ARA juga mengaku belum bersikap. Menurutnya, hingga saat ini belum ada sikap partai terkait keputusan siapa figur yang akan diusung Demokrat di Pilwali nanti. “Pembicaraannya belum sampai ke sana mengenai apakah Demokrat akan mengusung calon lain jika pak Danny tidak mengambil wakil dari Demokrat kita belum tahu,”katanya.
Kendati banyak kader parpol yang juga mempunyai keinginan yang sama, namun bagi ARA hal itu dianggap sah-sah saja dan wajar bahkan, ARA tetap optimis menjadi pendamping petahanan Danny Pomanto.
Danny sendiri mengaku menginginkan figur yang loyal untuk menjadi pasangannya di Pilwali nanti sebab hal itu menjadi salah satu kriteria utama yang mesti dimiliki oleh figur yang ingin mendampinginya. “Yang pasti mereka harus melalui uji loyalitas, uji elektabilitas, uji anti korupsi dan beberapa uji lainnya termasuk survei,”ujarnya.
Diketahui, sejumlah politisi lintas partai telah menyatakan sikap untuk mendampingi Danny di Pilwali mendatang diantaranya Abdul Wahab Tahir, Hamzah Hamid, dan Amar Busthanul akan tetapi, Danny tampaknya masih berhati-hati dalam menentukan pasangan kendati ia telah mendapatkan dukungan dari sejumlah partai diantaranya PAN dan PPP. “Saya kira PAN dan PPP punya alasan dalam mendukung kami, Saya kira alasan itu salah satunya kemungkinan untuk menang, kita besar ini berdasarkan survei,”tuturnya. (ita/rif)
Wakil Danny Menentukan Arah Politik
×

