MAKASSAR, BKM–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar telah mendata tingkat polusi udara di Makassar. Dari data tersebut, asap kendaraan milik masyarakat adalah penyumbang terbesar polusi udara.
Jika polusi udara sudah sangat besar, otomatis akan mempengaruhi kesehatan masyarakat serta lingkungan hidup.
“Menjaga kualitas udara di Kota Makassar saat ini menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup,” tegas Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Makassar Johana, kepada BKM, Jumat (15/9).
Meski begitu, Johana melihat kualitas udara di Kota Makassar saat ini baik. Untuk mempertahankan kualitas udara di Makassae tetap baik, pihaknya rutin turun melakukan sosialisasi ke masyarakat khususnya yang memiliki kendaraan bermotor agar rutin melakukan service atau perawatan mesin kendaraan.
Menurut Johana, usia kendaraan tidak dapat dijadikan sebagai indikator penyumbang pencemaran udara. Melainkan kendaraan yang tidak rutin di rawat menjadi penyebab pencemaran udara di Kota Makassar. Sementara untuk emisi dari sumber tidak bergerak seperti industri yang ada di Kota Makassar semuanya dipastikan telah aman dan memenuhi baku mutu dengan emisi bersih.
“Masyarakat harus rutin rawat kendaraanya dengan membawa ke bengkel. Idealnya tiga kali dalam sebulan. Karena pencemaran udara di Makassar terbesar penyumbangnya dari sumber bergerak seperti motor atau mobil. Sementara emisi sumber tidak bergerak seperti induatri semuanya memenuhi baku mutu,” terang Johana.
Kata Johana, pengujian emisi udara dari sumber tidak bergerak seperti industri dan sumber bergerak seperti kendaraan mobil dan motor dengan memeriksa serta mengukur parameter mulai dari CO, CO2 dan PM10.
“Dari total jumlah kendaraan yang ada di Makassar, ada 1 persen yang tidak memenuhi baku mutu. Kalau industri semuanya memenuhi baku mutu. Industri tiap enam bulan kita lakukan pemeriksaan dan pengawasan. Dan itu aman semuanya. Karbon Monoksida (CO) hasilnya 283-600, Laju Alir Gas 5.730- dan Nitrogen Dioksida 31-1000 dan itu semuanya aman untuk emisi seumber tidak bergerak,” terangnya.
Adapun dampak dari polusi udara dikatakan dapat menimbulkan gangguan pernafasan seperti asma, batuk dan sakit paru-paru. Selain itu juga dapat berpengaruh pada pemanasan global. (arf)
DLH Akui Asap Kendaraan Penyumbang Polusi Terbesar
×

