MAMUJU, BKM — Hingga Agustus 2017, angka kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di wilayah hukum Provinsi Sulbar mengalami peningkatan sekitar 12 persen. Namun, jika dibandingkan dengan angka Lakalantas secara nasional, masih lebih rendah.
Demikian disampaikan Kapolda Sulbar, Brigjen Polisi Baharuddin Djafar, di Mamuju, beberapa hari lalu. Dikatakan, jika dihitung dari rata-ratanya, setiap hari kasus Lakalantas dapat terjadi. Sedangkan rata-rata secara nasional, kasus Lakalantas terjadi 3 sampai 4 kasus.
Oleh karenanya sangat penting arti dari keselamatan. Karena Lakalantas sudah menjadi permasalahan besar. Dimana, masing-masing negara mempunyai kewajiban menurunkan angka kecelakaan.
Dirjen Perhubungan Darat BPTD Wilyah XIX Sulselbar, Benny Nurdin, meminta agar semua pihak untuk meningkatkan solidaritas, sinergitas dan kerja bersama dalam mewujudkan transportasi yang handal, berdaya saing dan memberikan nilai tambah.
”Sekitar 1,2 juta jiwa atau sekitar 3 sampai 4 orang meninggal akibat Lakalantas dengan sruktur usia 15 sampai 26 tahun dan sekitar 49 persen korban pejalan kaki serta pengendara bersepeda motor. Sehingga pemerintah menargetkan tahun 2020 angka Lakalantas dapat diturunkan sampai 10 persen,” katanya.
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar meminta agar perhubungan dapat memaksimalkan keselamatan di jalan. Itu karena program keselamatan adalah tanggung jawab semua pihak. ”Pemerintah berharap agar rambu-rambu lalulintas yang ada di jalan dilengkapi. Karena itu adalah salah satu media komunikasi yang bisa menjadi acuan pengendara kendaraan,” katanya. (int)
Lakalantas di Sulbar Meningkat 12 Persen
×

