MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar di 2016 lalu telah menangani sedikitnya 144 masalah penderita psikotik atau gangguan jiwa. Penderita psikotik yang terjaring dibawa ke Rumah Sakit (RS) Jiwa Dadi di Jalan Lanto Daeng Pasewang.
Kepala Dinsos Kota Makassar, Muhtar Tahir, menjelaskan, rekapitulasi data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) khususnya untuk masalah psikotik terdata ada sebanyak 144 penderita yang telah dibawa ke RS Jiwa Dadi untuk mendapat pengobatan dan psikoterapi.
Dari 14 kecamatan di Kota Makassar, Kecamatan Ujung Pandang memiliki penderita psikotik terbanyak dengan jumlah 20 penderita. Kemudian Kecamatan Tamalanrea dan Kecamatan Makassar masing-masing terdata 19 penderita psikotik.
Sementara Kecamatan Tamalate, Wajo, Ujung Tanah, dan Bontoala lebih sedikit ditemukan dan terjaring penderita psikotik. Berdasarkan rekapitulasi data PMKS masalah psikotik 2016 lalu, empat kecamatan masing-masing hanya terjaring tiga orang penderita psikotik saja.
“Mereka sudah banyak dikeluarkan dari RS Jiwa Dadi setelah dinyatakan sembuh. Pemulihan tergantung dari penyakitnya dan yang tahu banyak pihak RS Jiwa Dadi, termasuk penyebabnya,” sebut Muhtar Tahir kepada BKM, Selasa (3/10).
Ketika telah melalui masa pengobatan hingga dinyatakan sembuh, pasien kemudian dibawa di Dinsos Kota Makassar lalu kemudian diantarkan ke rumahnya. Hanya saja, yang sering terjadi adalah pihak keluarga mantan penderita psikotik tidak mau menerima kedatangan keluarganya tersebut dengan alasan khawatir penyakitnya kambuh kembali.
“Inilah tantangan kami membujuk pihak keluarga untuk menerima mantan penderita psikotik. Kasihan juga kalau tidak diterima apalagi sudah menjalani pengobatan di RS Jiwa Dadi. Tahun ini kita prediksi jumlah PMKS di Makassar tidak bertambah,” sebutnya.
Agar semua masalah PMKS dapat ditangani dengan baik, Muhtar Tahir berencana untuk mengusulkan di anggaran perubahan 2018 nanti rumah singgah bagi para PMKS di Makassar mulai dari Anjal, Gepeng termasuk mantan psikotik. Dan hadirnya rumah singgah juga dinilai sebagai solusi mengentaskan persoalan sosial di Makassar khusus Anjal, Gepeng dan Psikotik.
“Kalau kita sudah punya rumah singgah kita bisa tampung semuanya. Tiga atau empat hektare lahan sudah bisa kita bangun. Modelnya mungkin hampir sama dengan lapas dengan blok-blok,” tambahnya. (arf)
Kecamatan Ujung Pandang Terbanyak Penderita Psikotik
×

