WAJO, BKM — RSUD Lamadukelleng, Kabupaten Wajo adalah rumah sakit pertama di Indonesia yang menerapkan sistem e-Billing.
Sistem e-Billing Hospital RSUD Lamadukelleng Wajo berkat tangan dingin dr Baso Rahmanuddin. Pria, akronim dengan panggilan DBR itu diam-diam menyulap RSUD Lamadukelleng itu dari sistem manual ke sistem elektronik.
“Benar, itu kami rancang saat masih menjabat direktur disana, alhamdulillah jalan sampai sekarang, dan itu sangat bermanfaat di masyarakat,” ujar DBR, Sabtu (7/10).
Kini, DBR sudah tak menjabat lagi di RSUD Lamadukelleng. Ia kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo.
DBR mengakui sitem e-Billing sangat bermanfaat, baik bagi manajemen rumah sakit, maupun terhadap pelayanan. Melalui sistem e billing itu, potensi penyimpangan keuangan di rumah sakit dapat dicegah.
Sistem itu juga dapat mewujudkan tata kelola manajemen rumah sakit lebih profesional “Keunggulan sistem berbasis elektronik itu menjadikan pelayanan lebih efisien dan efektif,” kata DBR.
Berkat sistem itu, menyajian data dapat dilakukan secara cepat dan akurat, serta transparan. Mulai dari pencarian data pasien, riwayat kesehatannya, dokter yang menanganinya, biaya rawat inap, dan sebagainya hanya dalam hitungan detik saja
Sistem e-Billing juga menjadikan pelayanan kesehatan terhadap pasien full time 24 jam. “Dengan sisten itu, kapanpun pasien bisa keluar, tidak perlu lagi menunggu hari kerja,” katanya
Dengan diterapkannya program itu, kata DBR,RSUD Lamaddukkelleng saat ini menjadi rumah sakit terunggul di Indonesia Timur. (*)
RSUD Lamaddukkelleng Pertama Pakai e-Billing
×

