GOWA, BKM — Kedutaan Besar Swedia yang menjajaki kerjasama dengan Kab Gowa. Hal itu terkait dengan ivestasi Sumber Daya Manusia (SDM). Dubes Swedia diwakili Eddy Fonyodi saat bertemu Pj Bupati Gowa, HM Sidik Salam di kantor Bupati Gowa, Jumat (11/9) sore
mengatakan Gowa menjadi dalah satu daerah di Indonesia yang menjadi target kerjasama. Kepada Sidik Salam yang didampingi Sekkab H Muchlis dan sejumlah pejabat lingkup Pemkab Gowa, pihaknya telah bertemu dengan Presiden RI, Jokowi dan para menteri Kabinet Kerja untuk melakukan kerjasama lebih dekat dengan Indonesia.
“Selain Gowa kami juga berkunjung ke beberapa daerah bertemu dengan pimpinan daerah, LSM dan Parpol untuk melihat secara langsung kemungkinan untuk bekerjasama di bidang pendidikan, perdagangan, politik dan sumber daya air,” kata Eddy.
Menyikapi alasan kunjungan ini, Sidik Salam pun memberikan gambaran berbagai potensi yang dimiliki Gowa antara lain bidang pendidikan yang selama ini menjadi tranding topic pemerintahan.
Dikatakan Sidik Salam, pemerintah kabupaten menyelenggarakan beragam kebijakan untuk memberi kesempatan kepada semua rakyat untuk dapat bersekolah secara gratis dan berkelanjutan yang dituangkan melalui berbagai program inovasi mulai pendidikan gratis, Wajar 9 tahun, sistem kelas tuntas berkelanjutan, investasi SDM seperempat abad, mata pelajaran Imtaq.
Dalam dialog Eddy dengan Bupati Gowa ini, berkembang beberapa peluang kerjasama yang dapat dikembangkan diantaranya penyediaan air bersih di daerah pengunungan, pemberian beasiswa kepada murid yang ingin belajar ke Swedia, pemberian kesempatan magang bagi pengusaha kecil lokal.
Sekkab Gowa, H Muchlis menjelaskan isu penyediaan air bersih menjadi hal menarik dalam pembicaraan tersebut. ” Di Gowa masih ada beberapa daerah terutama di ketinggian yang kesulitan dengan air bersih. Mungkin dengan teknologi yang dimiliki oleh Swedia bisa diterapkan di Gowa,” kata mantan Kepala Bappeda Gowa ini.
Hal yang menarik lainnya yang memungkinkan dikerjasamakan dengan Swedia adalah pendidikan. Menurut Muchlid, program investasi SDM 25 tahun dengan memberi kesempatan kuliah kepada putra putri Gowa di universitas bisa lebih dikembangkan. Saat ini, timpal Eddy, di Swedia ada sekitar 200 mahasiswa Indonesia mendapatkan beasiswa untuk belajar di beberapa universitas yang tersebar di negara tersebut.
“Akan menjadi suatu yang menarik jika Pemkab Gowa memiliki kerjasama di bidang pendidikan. Kami akan mempersiapkan siswa Gowa untuk bisa ikut bersaing mendapatkan beasiswa ke Swedia ini,” tambah Sidik Salam. (sar/C)
Gowa-Swedia Jajak Kerjasama Investasi SDM
×

