ORGANISASI Muhammadiyah ingin menjaga netralitas di kancah politik yang ada di Sulsel. Ketua lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulsel Zainal Abidin mengemukakan bahwa jika mencermati perkembangan dinamika politik menjelang Pilgub, Pilbup dan Pilwali, maka PW Muhammadiyah Sulsel perlu mengeluarkan pernyataan resmi yakni Pertama, Muhammadiyah Sulsel mendorong terciptanya suasana politik yang demokratis, santun, berkemajuan, dan lebih beradab. Setiap kandidat berikut tim suksesnya perlu memperlihatkan perilaku politik yang santun dengan tidak saling memfitnah dan melakukan black campaign. Sebab, cara seperti ini rawan menimbulkan gejolak sosial.
Kedua, Muhammadiyah sebagai ormas secara tegas berdiri netral dan tidak menjadi bagian dari tim sukses siapapun. Termasuk isu dan wacana Muhammadiyah berkoalisi dengan Nahdlatul Ulama dalam menyiapkan kandidat di jalur independen pada Pilgub Sulsel.
Ketiga, jika sekiranya ada kader Muhammadiyah yang maju baik diusung parpol maupun lewat jalur perseorangan, itu mewakili pribadi yang bersangkutan, bukan karena rekomendasi organisasi Muhammadiyah dan tidak dibenarkan membawa-bawa bendera Muhammadiyah.
Keempat, Muhammadiyah mengimbau segenap warga persyarikatan agar menggunakan hak politiknya memilih pemimpin secara demokratis. (rif)
Muhammadiyah Ingin Netral di Sulsel
×

