MAKASSAR, BKM- Ratusan pejabat eselon di lingkup Dinas Pendidikan Kota Makassar ternyata belum mendapatkan tunjangan jabatan. Salah satunya, pejabat eselon yang menjabat sebagai kepala tata usaha (KTU) di sekolah dasar (SD) dan sekolah tingkat menegah pertama (SMP).
Parahnya, pejabat yang bertugas di daerah terpencil atau yang ada di pulau juga tidak mendapatkan tunjangan apapun.
“Tidak ada tunjanganku saya pak sebagai KTU. Dulu yang bertugas di pulau dapat tunjangan daerah terpencil. Tetapi sekarang tidak mi. Mungkin dihapuskan,” kata salah satu KTU sekolah yang enggan menyebut namanya.
Menurutnya, semestinya kita yang ditugasi di daerah terpencil atau pulau mendapat tambahan pendapatan.
“Kami heran juga pak melihat kondisi sekarang. Kalau tunjangan jabatan sebagai KTU sampai sekarang saya tidak pernah diberikan,” kata salah satu KTU yang juga mengaku telah mengabdi kurang lebih 5 tahunan.
Menyikapi hal itu, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kota Makassar, Basri Rahman, mengatakan, untuk tunjangan pejabat eselon V KTU di sekolah tetap ada. Tunjangan itu masuk digaji, nilainya kurang lebih Rp300 ribu. ” Kalau untuk tambahan honor yang bertugas di daerah terpencil atau pulau, setahu saya untuk petugas kesehatan ada. Saya kurang tahu kalau dari dinas pendidikan,” terang Basri.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Makassar, Hidayat, mengaku, untuk tunjangan eselon sebagai KTU ada yang dapat dan ada yang tidak.
“Kalau mereka memiliki SK Wali Kota sebagai KTU tentu dapat tunjangan. Kan sekarang ini ada KTU yang lowong atau pensiun. Kemungkinan masih Plt sehingga tidak mendapatkan tunjangan. Kalau tambahan honor yang bertugas di pulau saya tidak tahu pastinya,” katanya. (ucu/war/c)
Pejabat Eselon Disdik tak Dapat Tunjangan
×

