MAKASSAR, BKM–Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) belum juga mengeluarkan sanksi kepada wakil ketua DPP Hanura H Bahar Ngitung yang sudah menegaskan akan berseberangan dengan keputusan yang diambil partai.
Obama-panggilan akrab Bahar Ngitung memilih menjadi ketua tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) daripada mendukung keputusan partai yang mengusung pasangan Nurdin Halid-Abd Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) di Pilgub Sulsel. “Sampai sekarang saya belum mendapat sanksi,”ujar Obama, Selasa (21/11).
Sekretaris jenderal (Sekjen) DPP Hanura Syarifuddin Sudding yang dikonfirmasi soal belum turunnya sanksi buat Obama yang juga anggota DPD RI dua peridoe ini hanya menjawab singkat. “Saya masih rapat dinda,”ujar Sudding. Pesan singkat yang dikirim ke Sudding yang juga anggota DPR RI ini juga belum dijawab.
Terpisah, Sekretaris DPD Hanura Sulsel, Affandy Agusman Aris juga menyindir Obama yang pernah tercatat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Hanura Sulsel sebagai kader yang membangkang lantaran menjadi ketua tim pemenangan pasangan calon yang tidak direkomendasikan oleh partai.
Padahal, Obama masih tercatat sebagai Koordinator Wilayah Sulawesi DPP Partai Hanura.
Menurut Affandi, penunjukan Obama sebagai ketua tim pemenangan IYL-Cakka amat bertentangan dengan putusan DPP Hanura. Pasalnya, partai besutan OSO ini baru saja menyerahkan surat rekomendasi yang ditandatangani oleh ketua umum dan sekretaris jenderal untuk mengusung pasangan NH-Aziz.
Affandy menuturkan, sikap Obama sangat tidak mencerminkan sebagai kader Hanura. “Ini kayaknya dia sudah kepentingan pribadi. Bukan atas nama partai. Secara pribadi beliau lakukan itu, tentu ini akan menjadi pertimbangan partai nanti,” ujar Affandy.
Sebagai pengurus Hanura, lanjut Affandy, Obama wajib untuk mengikuti keputusan DPP.
Sebelumnya, Ilhamsyah Mattalatta telah mengimbau seluruh kader partai untuk solid memenangkan paket NH-Aziz pada gelaran Pilgub Sulsel. “Kalau ada kader yang membelot itu tentu nanti kita akan kasih sanksi yang keras. Itu jelas, partai ini punya peraturan organisasi dimana kalau ada kader yang membelot harus disingkirkan dari partai. Tidak ada pilihan,”tegasnya.
Sementara itu, legislator Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsle Dr Usman Lonta yang juga masuk dalam tim pemenangan IYL-Cakka sebagai sekretaris mengaku siap menerima sanksi bila partai berkehendak. Tapi Usman mengaku bila dirinya masuk dalam tim sudah sepengetahuan ketua DPD PAN Sulsel Ashabul Kahfi. “Saya sudah melapor sama ketua DPW,”ujar Usman yang juga legislator PAN Sulsel dua periode ini. (rif)
OSO Belum Sanksi Obama
×

