TAKALAR,BKM — Dunia pendidikan di Kabupaten Takalar kembali tercoreng. Ulah salah seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Takalar Udin menjadi penyebabnya. Udin diduga menganiaya siswanya bernama Heri Ardiansyah kelas 1 pertanian hingga babak belur.
Heri mengaku tidak tahu pasti apa alasan dirinya dipukul oleh sang guru. “Saat itu saya bersama teman-teman di kelas 1 sedang
berolahraga. Tapi tiba-tiba saya dihampiri oleh guru Udin dan langsung memukul hingga babak belur dan paha mengalami lebam,” ujar Heri Ardiansyah, Kamis (17/9).
Orang tua korban Baharuddin Daeng Paranna yang tidak menerima putranya dianiya oleh gurunya berencana melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Baharuddin menilai sikap Udin yang dianggap bukan sebuah metode pendidikan, selain mengatakan hal tersebut orang tua korban berharap agar guru bersangkutan diberi sanksi dari atasannya.
“Kami berharap agar guru tersebut disanksi agar kedepan perbuatan penganiayaan tidak lagi terjadi, karena sekolah bukan ring tinju, melainkan lembaga menuntut ilmu,” tegas Baharuddin kemarin
Sementara Kepala Sekolah SMKN 3 Takalar, Mudatsir yang berusaha dimintai konfirmasinya belum berhasil. Nomor ponsel pribadinya yang biasa dihubungi sedang tidak aktif.
Terpisah Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Drs Saripul Alam Gassing yang dikonfirmasi berjanji akan memanggil guru bersangkutan,” Kalau memang guru bersangkutan terbukti melakukan penganiayaan, sanlsi pencopotan akan dilakukan dan insya allah guru tersebut akan kita panggil,” tandas Saripul Alam dari balik ponselnya. (ira/A)

