pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Terkadang Harus Menceburkan Diri Dalam Drainase

KEHIDUPAN yang keras hanya bisa ditaklukkan oleh orang yang kuat. Seberat apapun pekerjaan untuk memenuhi hidup, jika dilakoni dengan ikhlas otomatis hasilnya baik pula. Begitupun roda hidup yang dijalankan Nursalam, anggota Satgas Drainase Kecamatan Makassar.

Laporan: JUNI SEWANG

Setiap hari tugas yang diemban Nursalam memantau puluhan bahkan ratusan drainase yang ada di Kecamatan Makassar. Ia tidak bisa tenang jika melihat ada drainase yang tersumbat oleh sedimen sampah maupun tanah. Bergegas kedua tangannya langsung memungut sampah yang menutupi aliran air di dalam drainase atau got.
Bahkan, ia harus rela menceburkan diri ke dalam drainase atau di bawah jembatan untuk mengangkut sampah dan tanah, agar sedimentasi yang ada di drainase saluran tersebut terangkat hingga ke dasar. Belum lagi, air di dalam drainase yang sudah menghitam dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Di depan penulis, Nursalam mengakui, kalau sebagai manusia ia juga punya rasa lelah dengan pekerjaannya. Apalagi, kalau ada pekerjaan yang semestinya menggunakan alat bantu (alat berat) namun dengan kondisi yang tidak menentu dirinya terpaksa mengerjakan secara manual.
“Ada pekerjaan yang saya ditugaskan, terkadang berat, seperti gali got besar itu pake alat pengeruk, tapi biasa dadakan harus secara manual saja, pake skop atau kedua tangannya,” keluhnya.
Pria kelahiran Makassar 1973 itu mengaku, sudah melakoni pekerjaan sejak beberapa tahun lalu. Dia tahu benar risiko yang dihadapi ketika bekerja membersihkan drainase.
Namun, hal itu tidak menyiutkan nyalinya untuk terus menjaga drainase tetap bersih dan tidak terjadi genangan ataupun banjir. “Saya harus siap turun dan menyelam di dalam drainase yang tersumbat. Itu semua saya anggap sebagai risiko pekerjaan di lapangan,” ujar Nursalam.
Dalam Dunia pekerjaan, kata Nursalam, orang tidak boleh lagi memilih pekerjaan yang sesuai dengan pribadi atau keahlian masing masing. Sebab bisa saja pekerjaan yang dilakoni tidak sama dengan harapan dan cita-cita sebelumnya. “Banyak yang bilang kalau pekerjaan ini adalah hal yang “Jorok” karena berhubungan dengan air kotor di dalam drainase, tapi jangan salah sebab menjadi petugas sampah adalah pekerjaan yang mulia,” tegas Nursalam.
Pria yang memiliki tiga anak ini harus siap 24 jam membersihkan drainase. Dengan luas wilayah kurang lebih 2,52 Km2, Nursalam terkadang melakukan pengerukan sampah hingga pukul 01.00 malam. Seperti jika terjadi genangan dan banjir saat turun hujan.
“Kalau musim hujan terkadang kami melakukan pengerukan hingga tegah malam untuk wilayah genangan, terkadang pulang pulang ke rumah hingga terserang penyakit demam,” ujar Nursalam.
Setiap bulannya Nursalam mendapat insentif Rp1,7 juta, dengan Rp1,7 juta dirinya bisa menafkahi istri dan ketiga anaknya.
“Anak pertama saya sudah sekolah tingkat SMP kelas 2, untuk nomor dua kelas dua SD. Dengan honor Rp1,7 juta istri juga terkadang merasa kurang, tapi alhamdulillah terkadang ada juga pekerjaan pekerjaan tambahan yang menambah penghasilan,” ungkapnya.
Dirinya merasa senang dengan pekerjaannya sebagai petugas drainase dikarenakan orang orang yang menjadi partner kerjanya hampir semua merupakan kerabatnya
“Saya suka ji kerjaku, rata rata semua temanku, pengawasku juga baik, pimpinanku juga loyal suka kasi tambahan,” tuturnya. (jun)



×


Terkadang Harus Menceburkan Diri Dalam Drainase

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar