PAREPARE, BKM–Sejumlah pengurus partai pengusung dan pendukung bakal calon wali kota Parepare Dr Taufan Pawe (TP) memperlihatkan kekecewaannya setelah TP yang tak lain adalah Ketua DPD II Partai Golkar Parepare memilih calon wakil wali kota dan ketua tim pemenangan juga dari Golkar.
Usai TP menentukan H Pangerang Rahim (PR) sebagai bakal calon wali kota, ketua harian Golkar, Kaharuddin Kadir langsung mengangkat dirinya sebagai panglima perang TP-PR, “Saya menjadi panglima perang,”jelas Kaharuddin Kadir.
Pernyataan Kaharuddin yang tak lain adalah Ketua DPRD Parepare ini ini mengundang reaksi dari Pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat. Kedua pengurus Parpol ini langsung menggelar rapat khusus mengenai pernyataan Kaharuddin yang mengangkat dirinya sebagai panglima dengan membawahi sejumlah partai pengusung.
Sekretaris DPC Demokrat, Iskandar Azis secara pribadi menilai jika pernyataan Kaharuddin sangat arogan dan terkesan tidak menghargai partai pengusung, “Mestinya yang panglimanya itu harus ditunjuk sesuai hasil kesepakan bukan menunjuk diri. Kami belum berperang kini diangkat dirinya panglima, kita ini tidak dihargai,”ujar Azis di warkop Fahrul, Minggu (17/12).
Menurut, Azis, sepertinya pernyataan Kaharuddin itu tidak menghargai partai pengusung lainnya, tanpa partai pengusung Kaharuddin tidak bisa berbuat banyak.
Mengenai pilihan TP, kata Azis membuat kontro versi diinternal partai pendukung. Pasalnya, apa yang dilontarkan TP bahwa akan memilih paket yang nyaman bekerja itu ada pada sosok Andi Firdaus Djollong tapi ternyata tidak dipilih juga. Begitu pula pengakuan TP akan memilik wakilnnya yang surveinya tinggi yang ada pada diri TSM ternyata juga tidak terpilih juga apalagi birokrat yang sering dilempar oleh TP kepada partai pendukung juga tidak dipilih. “Jadi pilihan TP ini adalah sesama Golkar yang usianya jauh beda dengan TP,”tuturnya.
Aziz menambahkan bila Demokrat belum diambil oleh TP, karena belum ada keluar rekomendasi kepada TP soal dukunganya maju di Pilwali nanti, “Demokrat belum bersikap siapa bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang akan mengendarai Demokrat, kehadiran TSM pada acara jumper penentuan bakal calon wali kota dan wakil wali kota hanya sebatas undangan belum dukungan secara resmi,”jelasnya.
Sebelumnya, TP telah memutuskan anggota DPRD Sulsel PR sebagai wakilnya. Penetapan tersebut memupuskan harapan dari 4 birokrat masing-masing dr Muh Yamin, Kadarusman, Nasarong dan Amran Ambar. Tak hanya itu, juga membuat harapan dua politisi ikut pupus yakni Tasming Hamid dari Demokrat, Andi Firdaus Djollong dari PAN.
TP menggandeng PR salah satu pertimbangan karena legislator gaek ini sangat bijak dan santun dalam berpolitik. Bahkan pengamalanya didunia politik tidak diragukan.
Keputusan TP memilih PR di hotel Bukit Kenari Indah, Jumat (15/12) disaksikan sejumlah pengurus Parpol dari Golkar, PDIP, PAN, PBB dan Demokrat, hanya Gerindra tidak hadir.
TP juga minta maaf kepada masyarakat, terutama dari birokrat dan politisi. “Maaf jika pilihan saya tidak berkenang di hati masyarakat dan partai pendukung,”jelas TP yang juga Wali Kota petahana ini. (smr/rif/c)
Parpol Pengusung Kecewa, Setelah TP Pilih Sesama Golkar
×

