pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

STIKES Muhammadiyah Klarifikasi ke Kopertis

SIDRAP, BKM — Tak ingin ada polemik berkepanjangan, salah satu perguruan tinggi yang dikabarkan telah dinonaktifkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), yakni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Sidrap, bertindak cepat. Pihak kampus mengklarifikasi rumor penonaktifan kampusnya dari Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti).
STIKES Muhammadiyah Sidrap mengklarifikasi ke Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX Makassar, Senin (21/9). Permintaan klarifikasi dilakukan langsung Ketua STIKE Muhammadiyah Sidrap Bambang Roesmono.
Di Kopertis, Bambang mengaku menanyakan kebenaran informasi penonaktifan kampusnya itu. Dan hasilnya, kata Bambang, informasi itu sama sekali tidak benar.
“Saya ini masih di Kopertis. Saya sudah tanyakan soal informasi 11 PTS di Sulsel yang dinonaktifkan, termasuk kampus kami. Jawaban dari Kopertis, ternyata perguruan tinggi kami tidak dalam zona merah,” ujar Bambang, Senin (21/9).
Bambang sendiri mengaku kebingungan dengan kabar penonaktifan perguruan tinggi yang dipimpinnya itu. Pasalnya, beberapa waktu lalu pihaknya sudah menyampaikan pelaporan data rasio jumlah dosen dan mahasiswa ke kopertis. Data itu, diakui Bambang, rasionya sudah dianggap ideal.
“Untuk diketahui, surat pelaporan data kami sudah pernah dibalas pihak Kopertis tertanggal 11 Juni 2014 lalu, yang intinya telah dianggap memenuhi rasio perbandingan dosen tetap dan mahasiswanya sudah sesuai,” jelas Bambang.
Sebagai perguruan tinggi swasta eksakta, lanjut Bambang, pihaknya telah lama melaporkan rasio dosen tetap dan jumlah mahasiswanya ke Kopertis. “Rasionya, dibawah 1:30 sesuai yang dipersyaratkan Dikti,” aku Bambang melalui telepon selularnya di Makassar, kemarin.
Senada dilontarkan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKES Muhammadiyah Sidrap Ishak Kenre. Saat ditemui di kampusnya, kemarin, ia menjelaskan mengenai rasio ideal tersebut.
Menurutnya, STIKES Muhammadiyah Sidrap memang pernah kekurangan dosen. Namun sudah dilakukan penambahan sebanyak 30 dosen tetap, sehingga sekarang rasio perbandingan dosen tetap dan jumlah mahasiswa sudah ideal.
“Makanya kita heran saat mendengar STIKES Muhammadiyah Sidrap disebut-sebut telah dinonaktifkan oleh Dirjen Dikti. Saya bingung dari mana sumber informasi yang beredar di internet itu,” kesal Ishak.
Dikatakannya, pihaknya saat ini akan memperbaharui kembali data pelaporan rasio dosen tetap dengan jumlah mahasiswanya. “Harapan saya agar data terbaru itu dapat segera terinput ke dalam sistem Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) yang kini sudah berubah ke sistem feeder,” ujarnya. (ady/rus/c)



×


STIKES Muhammadiyah Klarifikasi ke Kopertis

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar