pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Koperindag Boyong Perajin ke Yogyakarta

MAMUJU, BKM — Suatu terobosan telah dilakukan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Sulbar dalam meningkatkan kualitas para pelaku industri kerajinan yang ada di daerah tersebut. Sebanyak 30 pelaku industri kerajinan di Sulbar yang termasuk UKM, diboyong ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengikuti pelatihan tentang kerajinan.
Menurut Kepala Dinas Koperindag Sulbar, Ir Hj Suarnati didampingi Kepala Bidang UKM Mikro dan Usaha Kecil pada Dinas Koperindag Sulbar, Drs Petrus Iminggus, ketika ditemui BKM di kantornya, mengatakan, selama berada di Yogyakarta para perajin dari Sulbar yang berjumlah 30 orang mendapatkan pemahaman berupa materi yang disampaikan Kepala Bidang Industri Agrokimia pada kantor Dinas Koperindag Yogyakarta, Drs Bayu Hariana MSi.
Selain itu, para peserta juga berkesempatan melihat secara langsung proses produksi yang dilakukan sejumlah perajin di Yogyakarta serta menjalani pelatihan secara singkat di lokasi industri kerajinan di Yogya. ”Kami berharap kepada para perajin yang ikut ke Yogyakarta ini, agar mampu menyerap apa yang telah didapatkan baik materi langsung dari pihak Dinas Koperindag Yogyakarta maupun langsung mengikuti pelatikan secara singkat di lokasi industri kerajinan di Yogyakarta dapat diimplementasikan saat mereka kembali ke daerah masing-masing di Sulbar,” kata Suarnati.
Masih menurut Suarnati, industri kerajinan sangat potensial untuk dikembangkan di Provinsi Sulbar. Potensi bahan baku yang ada di Sulbar terbilang cukup besar. Baik itu batok tempurung kelapa maupun bahan baku kayu yang akan dijadikan ukiran batik, tersedia cukup banyak. ”Selama berada di Yogyakarta, para perajin dari Sulbar, mendapatkan pelatihan pada industri dari batok tempurung kelapa, tata cara melakukan pengukiran batik kayu, serta tata cara membuat batik tulis pada kain,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang UKM Mikro dan Usaha Kecil pada dinas Koperindag Sulbar, Drs Petrus Iminggus kepada BKM, di kantornya, menjelaskan, pihaknya membawa langsung sebanyak 30 perajin industri Sulbar yang berasal dari Mamuju dan Majene untuk melihat secara langsung tentang tata cara pengembangan industri baik yang berasal dari batok tempurung kelapa maupun yang terbuat dari kayu. Yakni dengan cara mengukir dan tata cara melukis batik tulis.
”Jadi kami bawa langsung para perajin dari Sulbar ini ke lokasi industri yang ada di Yogya. Sehingga nantinya mereka dapat juga mengembangkan di daerahnya masing-masing,” ujarnya.
Menurut Petrus, perajin industri mikro dan usaha industri kecil di Sulbar harus mampu didorong. Sehingga mereka bisa membantu perekonomian dan menumbuhkembangkan potensi yang ada di Sulbar. Khususnya dari dua daerah yang ikut dalam kunjungan ini, yakni dari Mamuju dan Majene. Apalagi, potensi bahan baku didua kabupaten ini terbilang cukup banyak.
”Tinggal bagaimana bahan baku ini dimanfaatkan secara baik dan secara maksimal. Kami dari Dinas Koperindag Sulbar akan terus mengawal pada pertumbuhan industri mikro dan industri kecil di wilayah Sulbar. Soalnya, ketika ini maju maka ekonomi masyarakat juga akan tumbuh secara cepat,” katanya,
Sementara itu, Kepala Bidang Industri Agrokimia dari Dinas Koperindag Yogyakarta, Drs Bayu Hariana saat menyampaikan materi kepada para peserta kunjungan dari Sulbar, di kantornya, mengatakan, untuk memajukan industri kerajinan diperlukan adanya keseriusan. Juga harus dibarengi dengan kemauan dan ketekinan dalam mengembangkan usaha industri kerajinan ini, baik cara membuat batik, ukiran terbuat dari kayu, maupun batik ukiran yang terbuat dari batok tempurung kelapa.
”Jika industri ini mampu dikembangkan di Sulbar, tentu akan menjadi besar. Karena potensi bahan bakunya di wilayah Sulbar cukup besar,” kata Bayu. (ala/mir/c)



×


Koperindag Boyong Perajin ke Yogyakarta

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar