PANGKEP, BKM — Beberapa orangtua siswa SMA Negeri 6 Pangkep yang terletak di Pulau Sapuka di Kecamatan Liukang Tangngaya, pulau terluar dan terjauh dari ibukota Kabupaten Pangkep, memprotes adanya beban pembayaran biaya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Setiap siswa peserta UNBK dibebani biaya transportasi Rp750 ribu. Apalagi, dari 52 siswa kelas XII dari SMA Negeri 6 ini wajib mengikuti UNBK di Kota Pangkajene, Pangkep.
Menurut Muh Ramli, salah seorang warga Pulau Sapuka, Kelurahan Sapuka, Kecamatan Liukang Tangngaya, Selasa (23/1), para siswa sebagai calon peserta UNBK dari SMA Negeri 6 Pangkep yang berada di Pulau Sapuka harus membayar biaya transportasi.
Bahkan pengeluaran biaya tidak hanya sampai pada transportasi. ”Apabila anak kami sampai di Pangkajene masih membutuhkan biaya makan dan ongkos lainnya. Kisaran beban bisa bertambah hingga di atas Rp1 juta,” katanya.
Dikatakan Ramli, bukan hanya dirinya yang mengeluh. Ada beberapa orangtua siswa yang menjadi resah dengan adanya tambahan biaya seperti ini. Semestinya, warga nelayan dengan kondisi ekonomi terbatas dan berada di pulau terluar, tidak lagi memeroleh beban biaya seperti ini.
”Sebaiknya pemerintah mempertimbangkan hal seperti ini,” kata Ramli.
Daeng Baso juga menyatakan sangat tidak setuju dengan tambahan beban pembayaran biaya transportasi. ”Kami sangat terpaksa terima kesepakatan untuk membayar biaya UNBK. Kami takut anakku tidak lulus nanti. Pembayaran biaya transportasi sangat berat buat saya. Apalagi kondisi sekarang ini banyak yang tidak melaut karena faktor cuaca ekstrim,” tandas Dg Baso.
Memang sebelumnya sudah dibicarakan pihak sekolah dengan beberapa orangtua siswa. Dimana, setiap siswa harus menyetor Rp750 ribu di luar kebutuhan lain siswa nanti selama di daratan. Namun, tidak semua orangtua siswa sepakat. Karena itu sangat berat bagi kami,” keluh kedua orangtua siswa ini.
Sementara Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Wilayah Kabupaten Pangkep, Heri Mahmud, mengatakan, untuk pelaksanaan UNBK itu merupakan kewajiban seluruh SMA sederajat yang ada.
Di Kabupaten Pangkep terdapat 29 SMA sederajat yang harus mengikutinya. Apabila sekolah tersebut belum dilengkapi fasilitas untuk ikut UNBK maka akan diikutkan di sekolah yang ada di ibukota Kabupaten Pangkep. Namun ia membantah adanya pembayaran tersebut. Pihaknya juga telah menyampaikan perihal keluhan itu kepada kepala sekolah bersangkutan.
”Makanya kami koordinasikan dengan seluruh Kepsek. Berdasarkan aturan, semua sekolah sekarang harus UNBK dan biaya transportasi itu semua disiapkan,” tandas Heri. (udi/mir/b)
Orangtua Siswa SMA Negeri 6 Liukang Tangngaya Protes
×

