SIDRAP, BKM — Daerah transmigrasi Wala Lagading, Desa Lagading, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap yang selesai dibangun 2017, belum ditempati warga.
Padahal sejumlah fasilitas umum sudah disediakan Pemerintah Daerah (Pemda) Sidrap. Hanya saja, masih terkendala dengan ketersediaan air bersih yang belum mencukupi.
“Kami belum tinggal disana sebab masih terkendala dengan air bersih yang tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Muh Syaril warga binaan transit Lagading, Selasa (6/2) kemarin.
Menurutnya, di daerah itu memang sudah ada sumur bor dan 7 bak air untuk kebutuhan setiap hari warga transit. Hanya saja, debit air yang keluar dari sumur bor itu terlalu kecil hanya mampu mengisih 2 hingga 3 bak air.
Kepala Dusun 3 Wala Lagading, Jamal mengaku, keluhan masyatakat itu sudah disampaikan ke Kepala Desa Lagading untuk dikoordinasikan ke Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK) dari Pemda terkait pengeboran sumur bor itu yang dikeluhkan warga.
Kades Lagading, Alimuddin Syukur menyampaikan keluhan warga kepada instansi terkait. “Mudah-mudahan kendala tersebut bisa secepatnya teratasi. Sebab anggaran pengeboran air bersih Rp300 juta,” paparnya. (ady/C)
Warga Transmigrasi Terkendala Air Bersih
×

